PPP Minta Pemerintah Fasilitasi Masker-Sarung Tangan Pedagang Pasar

  • Bagikan
Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi

IndonesiaUpdate.id – Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi menyebut bahwa aktivitas di pasar masih di perbolehkan di tengah adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah pusat dan daerah.

Namun ia meminta kepada pemerintah agar memastikan bahwa kegiatan di pasar tetap memenuhi standar PSBB.

“Pasar merupakan salah satu tempat yg tetap boleh beraktivitas ketika suatu daerah terapkan PSBB, namun semua pedagang dan pembeli harus memenuhi standar kesehatan yakni menggunakan masker dan sarung tangan,” kata Baidowi.

Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas di pasar-pasar tradisional belum sepenuhnya memenuhi protokol kesehatan penanganan covid-19.

Masih banyak para pedagang yang tidak menggunakan masker dan sarung tangan karena keterbatasan. Tidak hanya itu, dalam praktiknya ketentuan mengenao jaga jarak belum sepenuhnya terlaksana.

Pemerintah harus mengedukasi, melakukan sosialisasi tentang prosedur bertransaksi yang aman selama di pasar. Bukan hanya itu, pemerintah melalui pengelola pasar harus menyediakan peralatan seperti masker dan sarung tangan dengan harga terjangkau, atau memfasilitasi masker dan sarung tangan secara gratis di pasar.

Sehingga semua masyarakat di pasar bisa membeli dan menggunakannya.

“Juga perlu disiapkan sanitizer atau tempat cuci tangan dan sabunnya di setiap sudut pasar agar prosedur kesehatan di tengah pademi Covid-19 ini terpenuhi,” jelas Baidowi.

Menurut Baidowi saat ini masih belum memungkinkan semua transaksi jual beli, khususnya kebutuhan pokok, dilakukan dengan online. Sehingga pasar tetap menjadi lokasi penting untuk menggerakkan ekonomi, sekaligus memenuhi kebutuhan pokok di tangan Pademi yang saat ini berlangsung.

“Jangan sampai pasar menjadi pusat-pusat penularan Covid-19, sehingga memperparah wabah corona dan semakin merusak perekonomian nasional,” pungkas Baidowi.

Berita Terkait  Eits, Anak Demam Jangan Buru-Buru Diberi Obat Pereda
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *