INDOPOLITIKAUPDATE.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi hingga dua pekan ke depan atau hingga 30 Juli 2020.
“Kami memutuskan memperpanjang fase 1 PSBB Transisi selama dua pekan ke depan sebelum beralih ke fase kedua,” kata Anies seperti disiarkan langsung di akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Hal itu dipicu kasus baru Covid-19 meningkat tajam. Bahkan dalam sepekan terakhir ini, kasus positivity rate nya meningkat jadi 5,9 persen dari sebelum-sebelumnya selalu berada di angka 5 persen.
Meskipun DKI berhasil melakukan testing sebanyak 3,6 kali lipat per sejuta penduduk, jauh melampuai rekomendasi WHO, hal itu berbanding lurus dengan kasus Covid yang ditemukan di lapangan.
Dikatakan Anies, sejak awal, komitmen pemerintah adalah keselamatan warga itu nomor satu. “Itu yang selalu menjadi pertimbangan paling utama dan semua kebijakan yang diambil berdasarkan data, apapun kebijakan apapun selalu merujuk kepada data dan tentu saja pendekatan ilmiah,” tuturnya.
Lanjut Anies, selama 5 minggu terakhir ini atau sejak masa awal PSBB masa transisi, kasus positif mingguan di DKI Jakarta berturut-turut adalah angkanya 4,4%, kemudian pekan kedua masa transisi 3, 1%, pekan ke-3 masa transisi 3, 7% pekan ke-4 yakni 3, 9% dan pekan ke 5 yakni 4,8%.
“Selama 5 Minggu kita berada di angka aman secara rekomendasi dari WHO yakni di bawah 5%. Tapi pekan terakhir ini (16 Juli), positivity rate kita meningkat menjadi 5,9%,” jelas Anies dalam video tersebut.
Selain itu, Anies juga menjelaskan ada kenaikan untuk tingkat bed occupancy atau rasio ranjang di sejumlah rumah sakit rujukan. “Jadi Alhamdulillah secara fasilitas kita siap. Namun dalam seminggu terakhir ada kenaikan bed occupancy, untuk tempat tidur isolasi di Rumah Sakit rujukan covid dari 34% menjadi 45% ya,” jelasnya.
“Memang masih di bawah separuh dari kapasitas kita, tapi ada kenaikan 11% dalam seminggu terakhir sementara kalau untuk ICU mengalami penurunan yang semula rasionya 31% sekarang ini turun menjadi 25%. Artinya apa, jumlah pasien dengan gejala berat Alhamdulillah menurun. Namun, pasien dengan gejala ringan dan sedang mengalami peningkatan,” tegasnya. (ya/WMG)











