INDONESIAUPDATE.ID – Sekolah di rumah akibat Pandemi Covid-19, membuat mayoritas orang tua pusing tujuh keliling. Banyak juga masalah antara orang tua dan anak bahkan sampai muncul ke permukaan dan viral.
Untuk anak yang sudah lebih besar, orang tua harus menjadi teman. Karena khusus anak yang beranjak remaja, mereka sudah mengenal stres. Keadaan ini tak boleh dibiarkan.
Orangtua harus menjadi teman bercerita, berbagi dan curhat. Demikian diungkapkan Dokter Spesialis Anak, dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, dalam wawancara jarak jauh bersama Akurat.co, Selasa, (15/9).
“Untuk anak yang lebih kecil, biasanya lebih mudah diatur. Mereka harus dibuatkan jadwal tidur, bangun, makan dan belajar, sebisa mungkin seperti pada saat dia ke sekolah,” kata Dokter Bernie.
Rutinitas harian ini diwajibkan orangtua agar selalu konsisten menerapkannya. Tapi jangan lupa, berikan waktu mereka beristirahat secara cukup.
Masalah lain yang muncul pada masa pandemi ini adalah anak makin akrab dengan gawai. Ayah dan Bunda harus pastikan gawai tersebut tak banyak dipakai untuk bermain.
“Satu jam cukup untuk bermainnya. Selebihnya, gunakan waktu ini untuk bersama. Ini momen baik agar makin dekat dan orangtua makin banyak terlibat untuk anak,” katanya.
Kedekatan ini juga akan bisa meminimalisir kekerasan pada anak yang pada masa pandemi ini meningkat. Tak sedikit orangtua yang stres karena menjadi guru pengganti, tak tahan dengan ulah anaknya sendiri.
Maka tak heran jika anak bisa dipukul, dibentak dan dimaki. Pada tahap ini, Dokter Bernie menyarankan agar orangtua bisa mengenali tahap perkembangan anak dengan lebih detail, sehingga tidak berekspektasi lebih akan kemampuan anak.
“Maka orangtua juga harus punya target-target tertentu untuk mengejar apa yang sedang dia butuhkan. Anak punya kebisaan dimana, dan batasannya apa,” sambung dia.
Bahkan, Ayah dan Bunda disarankan agar tak perlu malu untuk bertanya pada guru mengenai tips dan trik mengajari dan memperlakukan anak secara baik.
“Di masa pandemi ini akhirnya orangtua tahu bahwa jadi guru itu nggak gampang,” singgungnya. (ya)











