Tata Pasar Tradisional, Pradi Bakal Terapkan Konsep Smart City

  • Bagikan
Ilustrasi/Shutterstock

WartaDepok.com – Kendala pedagang pasar tradisional di Kota Depok, adalah tidak memadainya sarana dan prasarana pasar. Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) diluar pasar, juga menghambat para pedagang yang memiliki kios atau los didalam pasar.

Kebanyakan, para pembeli beralasan malas kalau harus masuk ke dalam pasar, sedangkan diluaran banyak juga yang berdagang kebutuhan sehari-hari.

“Dipinggir pasarnya banyak yang jualan juga, macam-macam, mulai dari sayur hingga peralatan rumah tangga. Jadi ngapain mesti kedalam pasar,” kata Inna Budi, warga Depok Dua Tengah, Mekarjaya, Sukmajaya, Senin (12/10).

Konsep tersebutlah yang ingin diubah Calon Wali Kota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna. Dirinya ingin menciptakan konsep pasar tradisional berbasis Smart City, rapi, tertata, bersih dan nyaman. Dengan begitu ada peningkatan penghasilan para pedagang di pasar tradisional.

“Karena tidak semua masyarakat suka belanja di mall. Makanya nanti kita akan tata pasar-pasar tradisional di Depok menjadi pasar yang lebih baik dan menarik, dengan konsep pasar terbuka,” kata Pradi, Senin (12/10).

Untuk itu, Pradi mengatakan, jika pasar-pasar tradisional di Depok telah tertata rapih, bersih dan nyaman, tentunya akan menarik lebih banyak pengunjung.

Tidak ada lagi pedagang-pedagang diluar pasar, sehingga merata semua didalam. Selain bersih, dan nyaman tentu akan membuat jalan lebih lebar. Pengunjung leluasa dalam memarkirkan kendaraannya.

“Dengan begitu, penghasilan para pedagang di pasar-pasar tradisional, dengan sendirinya akan meningkat,” ujarnya.

Pradi menjelaskan, revitalisasi pasar tradisional menjadi pasar yang open market, nantinya akan tetap melibatkan para pedagang pasar terdahulu, yang sudah bertahun-tahun berdagang di pasar tersebut.

Sebab, kata Pradi, pihaknya hanya mengelola pasar-pasar tersebut agar terlihat lebih menarik, terbuka dan nyaman.

Berita Terkait  Pemprov DKI Siapkan Rp 171 Miliar Bantu Siswa Sekolah Swasta

“Nanti yang mengisi ya para pedagang yang sudah ada di situ juga. Kita hanya mengelola agar pasarnya lebih menarik, terbuka dan nyaman,” paparnya.

Lebih lanjut Pradi mengatakan, di Kota Depok saat ini sudah ada sejumlah pasar tradisional yang memiliki potensi menjadi pasar tradisional modern.

Karena itu, kata Pradi, Kota Depok harus bisa belajar dari Perusahan Daerah (PD) Pasar Jaya milik Provinsi DKI yang kini telah banyak direvitalisasi menjadi pasar terbuka modern, rapi, bersih dan nyaman.

“Nantinya pasar tidak lagi dibawah suku dinas, tetapi di bawah BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Nanti, kita akan cari orang yang memang sudah berpengalaman mengelola pasar tradisional modern,” tutup pasangan Afifah Alia, dalam Pilkada Depok 2020 ini.(mia/WD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *