Gempa Guncang Turki dan Yunani, Puluhan Orang Tewas

  • Bagikan
Ilustrasi/Istock

INDONESIAUPDATE.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 melanda lepas pantai Turki barat pada Jumat (30/10/2020), menurut Survei Geologi AS.

Dilansir dari Al Jazeera sementara dilaporkan 14 orang tewas, sementara ratusan orang lainnya terluka.

Ada 20 gedung yang roboh dan banyak orang yang terjebak di dalam reruntuhan.

Sementara update dari BBC menyebutkan sudah 20 orang tewas.

Gempa ini dirasakan dari Istanbul hingga Athena. Express menyebut gelombang pasang menerjang pesisir Izmir dan air laut memasuki kota yang berpenduduk sekitar 3 juta jiwa itu.

“Sejauh ini kami telah menerima informasi tentang enam bangunan yang ambruk” di provinsi Izmir, kata Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu di Twitter.

“Beberapa warga kami terjebak di reruntuhan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Turki Murat Kurum.

Gempa tersebut juga memicu tsunami kecil di Seferihisar, kata Huseyin Alan kepala Teknisi Geologi Turki kepada kantor berita negara TRT seraya memperingatkan agar orang-orang menjauh dari gedung.

Foto-foto di media sosial menunjukkan air menggenangi jalanan Izmir karena gelombang pasang dari laut.

USGS mengatakan, gempat tercatat 14 km dari kota Neon Karlovasion Yunani di pulau Samos, Laut Aegea.

Sementara itu badan bencana pemerintah Turki AFAD melaporkan kekuatan gempa yang lebih rendah yakni magnitudo 6,6 di kedalaman 16,5 km.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkicau di Twitter bahwa dia siap membantu “dengan semua sarana yang tersedia untuk negara kita.”

Gempa juga terasa di Yunani termasuk ibu kota Athena. Diberitakan AFP, gempa yang mengguncang “Negeri Dewa” itu sebesar 6,6-6,7 magnitudo.

Media Yunani yang dikutip Al Jazeeramelaporkan, penduduk Samos dan pulau-pulau lainnya langsung keluar rumah dan batu-batuan berjatuhan.

Tidak ada laporan korban jiwa sejauh ini, dan Turki serta Yunani sama-sama melaporkan gempa susulan.

Berita Terkait  Anak 7 Tahun Tewas Ditembak Pasukan Myanmar, Aktivis Lakukan Ini

TV pemerintah Yunani ERT melaporkan gempa menyebabkan gelombang pasang di Samos dan sejumlah bangunan rusak.

Turki terletak di salah satu zona gempa paling aktif di dunia.

Pada 1999 gempa bumi M 7,4 melanda barat laut Turki, menewaskan lebih dari 17.000 orang termasuk 1.000 di Istanbul.

Kemudian gempa pada 2011 di provinsi Van menewaskan lebih dari 600 korban jiwa. (kompas/IU)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *