Target Menang, Ketua DPD Demokrat Jabar: Khusus Depok Anggota Legislatif Bekasi dan Bogor Turun

  • Bagikan
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanagara bersama calon Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono di Kota Depok. (M. Irwan Supriadi/WartaDepok.com)

INDONESIAUPDATE.ID – Partai Demokrat Jawa Barat menargetkan delapan kota dan kabupaten menang dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanagara mengatakan, sebenarnya Demokrat Jawa Barat menargetkan empat kota dan kabupaten yang menang, namun setelah turun bisa meraih kemenangan.

“Target pasangan calon yang kami usung menang di empat kota dan kabupaten yakni, Depok, Karawang, Sukabumi, dan Pangandaran. Tapi setelah kami turun ke Tasik, Bandung, Indramayu, dan Cianjur semuanya bisa menang (berdasarkan hasil survei) menang mutlak, ” kata Irfan, ketika ditemui di Hotel Bumi Wiyata, Rabu (11/11/2020).

Khusus Kota Depok sendiri kata Irfan, telah mengintruksikan semua kader dan anggota DPRD dan DPR RI yang daerah pemilihan Bogor, Bekasi, dan Depok untuk turun memenangkan pasangan calon Wali Kota Mohammad Idris dan calon Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono yang diusung Partai Demokrat.

Sebab, daerah yang melaksanakan Pilkada wajib dibantu kader dan anggota daerah yang terdekat.

“Sudah kita bawah kendali operasi (Bekao). Semua anggota legislatif Partai Demokrat di Bekasi, Bogor, dan Depok untuk turun memenangkan pasangan Idris-Imam. Ada 15 anggota legislatif dari Demokrat yang turun, ” tegas Irfan.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menargetkan partisipasi pemilih bisa mencapai 77,5 persen di Pilkada Depok 2020.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shorbana menyakini target itu diyakini tercapai.

“Pilkada Depok tahun 2015 partisipasi pemilih sebesar 56 persen. Kami sangat optimistis akan naik. Alasannya, salah satu contohnya, kami kan kemarin-kemarin melakukan rekrutmen petugas KPPS. Kami tuh mencari orang yang netral,” kata Nana ketika ditemui di kantornya pada Rabu, (11/11/2020).

Berita Terkait  Paslon Idris-Imam Nomor 2, Ketua Timses: Lanjutkan Dua Periode

Menurutnya pemilih sudah terpolarisasi oleh kedua pasangan calon.

Dengan begitu pemilih pun akan antusias datang ke TPS.

“Ada polarisasi. Masing-masing pasangan calon sudah merebut hati masyarakat Depok. Polarisasi sudah terjadi di masyarakat. Artinya, semua pasangan calon telah berhasil menggaet hati para pemilih. Kalau kayak begitu kan berarti dari segi sosialisasi dan kampanye pasangan calon kan sudah berhasil,” ucapnya.

Pihaknya pun terus menggencarkan sosialisasi ke penduduk agar datang ke TPS pada 9 Desember nanti.

Diakui dia bahwa jumlah baliho atau banner ajakan mencoblos tidak begitu banyak. Namun pihaknya melakukan ajakan tersebut justru secara langsung kepada warga.

“Teman-teman di bawah itu lebih cenderung tatap muka langsung. Jadi baliho, banner ajakan kurang itu, sesungguhnya kami sudah membuatkan juga di tiap kelurahan, tapi kami lebih ke operasi senyap utk sosialisal,” tambahnya.

Nana menegaskan bahwa untuk meningkatkan tingkat partisipasi tidak hanya tugas KPU saja. Tetapi juga menjadi bagian tugas partai politik, pasangan calon, tim kampanye, tugas pemerintah. “Semua punya tugas,” pungkas Nana.

Seperti diketahui, Kota Depok akan menggelar Pilkada pada 9 Desember 2020.

Pilkada diikuti oleh dua pasangan calon yakni pasangan calon nomor urut satu yaitu Pradi Supriatna-Afifah Alia yang diusung oleh PDI-P, Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PSI, PKB, Partai Bulan Bintang.

Pasangan nomor urut dua adalah Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yang diusung oleh PPP, Partai Demokrat dan PKS. (Wan/WD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *