Kawasan Borobudur Dipercantik, Desainnya Langsung Dari Jokowi

  • Bagikan
Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

INDONESIAUPDATE.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal mempercantik kawasan Candi Borobudur yang berada di Magelang, Jawa Tengah. Rencana pembaharuan wajah kawasan Candi Borobudur tersebut merupakan bagian dari proyek penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Jadi yang kita perbaiki dari Candi Borobudur ini kawasannya, bukan candinya. Kawasan Candi Borobudur ini menjadi salah satu destinasi wisata yang diprioritaskan di tahun 2020,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau titik-titik lokasi renovasi kawasan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11).

Basuki menjelaskan, pemerintah telah menetapkan 10 prioritas destinasi wisata yang dikenal dengan istilah 10 Bali Baru. Dari 10 Bali Baru tersebut, fokus pertama dilakukan pada 5 destinasi wisata, yaitu Danau Toba (Sumatra Utara),  Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), dan Likupang (Sulawesi Utara). “Itu yang dikerjakan kawasannya dan konektivitasnya, akses jalannya.”

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengukur langsung lebar trotoar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11).

Dengan pembaharuan pada kawasan Candi Borobudur, Basuki melanjutkan, maka para wisatawan akan mudah mengetahui penanda atau ikon-ikon bangunan yang menunjukkan keberadaan mereka. “Jadi kalau orang ke Borobudur dia gak ngerti tau-tau sampai di mana, ini yang kita tata. Jadi, orang nanti mudah mengetahui.”

Menurut Basuki, konsep penataan kawasan Candi Borobudur merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo. Jokowi lah yang mempunyai konsep desain pengembangan kawasan Candi Borobudur yang meliputi detail berupa pelebaran jalan-jalan akses menuju candi, pelebaran trotoar untuk pejalan kaki, peningkatan kualitas homestay atau sarana hunian pariwisata (Sarhunta), penanganan sampah, dan konektivitas jalan.

“Jadi, ini desainnya disentuh langsung oleh bapak Presiden. Kita hantarkan masuk ke Borobudur dengan sentuhan-sentuhan desain ternama warga kita sendiri agar bisa mengantarkan kawasan Borobudur menjadi kawasan eksklusif,” ujar Basuki.

Berita Terkait  Hingga Pertengahan November 2020, Penyaluran Subsidi FLPP Capai 102.665 Unit Rumah

Untuk peningkatan jalan dan jembatan, Kementerian PUPR merehabilitasi jalan dan penataan trotoar di KSPN Borobudur sepanjang 24,5 Km serta preservasi dan pelebaran jalan akses menuju ke kawasan Candi Borobudur. Preservasi dan pelebaran jalan akses tersebut dilakukan pada Jalan Sentolo Nanggulan–Dekso, Jalan Pringsurat–Secang–Keprekan, Jalan Keprekan–Muntila–Salam, dan Jalan Keprekan–Borobudur dengan total Panjang 63 Km. Selain itu, akan dibangun juga dua jembatan pejalan kaki, yaitu Jembatan Elo Mendut dan Jembatan Kali Progo sebagai akses berjalan kaki bagi wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Prambanan.

Pengerjaan proyek Gerbang Klangon di Kulonprogo, DIY.

Selanjutnya, dibangun juga 4 gerbang masuk, yaitu Gerbang Blondo, Gerbang Kembanglimus, Gerbang Klangon, dan Gerbang Palbapang sebagai penanda masuk kawasan pariwisata Candi Borobudur. Sedangkan di dalam area Candi Borobudur, jalan boulevard menuju candi akan dilakukan pelebaran sebesar 2 meter. Khusus Gerbang Klangon di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta yang pada Jumat (13/11) dikunjungi langsung Menteri PUPR, titik ini juga akan dijadikan sebagai rest area titik peristirahatan wisatawan yang memulai perjalanan dari Bandara Yogyakarta International Airport menuju Candi Borobudur.

Penataan gerbang yang terletak di Jalan Nanggulan Mendut, Karang Reso, Kecamatan Kali Bawang tersebut meliputi pembangunan pusat informasi wisata dan sclupture Klangon, pusat kuliner, kios oleh-oleh, mushola, deck view point, area parkir, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST), dan toilet. Pembagunan Gerbang Klangon didesain dengan mengusung tema Samudraraksa yang merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara dengan mempresentasikan kebudayaan bahari purbakala.

Pada bidang permukiman, dilakukan peningkatan kualitas rumah untuk pengembangan usaha pondok wisata (homestay)/sarhunta sebanyak 378 unit dan peningkatan kualitas rumah tanpa fungsi usaha sebanyak 35r unit yang tersebar di 15 desa/kelurahan. Konsep pengembangan pondok wisata tersebut berupa rumah mengelompok (kluster) yang dilengkapi jalan setapak antar rumah/jalan lingkungan yang menghubungkan satu rumah dengan yang lain, penerangan jalan setapak/lingkungan, taman, drainase, jaringan air bersih, tempat pembuangan sampah, dan tempat duduk di taman.

Berita Terkait  Progres 84,18%, Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 Siap Dukung Arus Mudik Lebaran 2021

Selain berbentuk kluster, pengembangan pondok wisata juga akan dibuat dengan konsep koridor yang dilengkapi parkir motor, deret warung, dan deret hunian. Konsep koridor tersebut mengadopsi budaya setempat yang salah satunya diterapkan di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Selain itu, dibangun juga 12 Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk melayani 400 rumah tangga.

“Jalan-jalan diperlebar, jadi orang jalan juga nyaman. Kemudian homestay dan hotel dibuat nyaman. Masyarakat di sini tidak hanya menonton, tapi mereka mendapatkan manfaat dari wisata,” kata Basuki. (eh ismail)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *