Tol Yogyakarta-Bawen Ditargetkan Selesai 2023

  • Bagikan
Caption: TOL JOGJA-BAWEN Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) berfoto bersama seusai penandatanganan PPJT di pelataran Hotel Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11).

INDONESIAUPDATE.ID Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan ruas tol Yogyakarta-Bawen akan selesai dikerjakan dan bisa operasi pada kuartal ketiga tahun 2023 mendatang. Dengan selesainya ruas tol yang melintas di dua provinsi tersebut, maka konektivitas Jogja, Solo, dan Semarang (Joglo Semar) akan terbangun dan diharapkan bisa menumbuhkan sektor industri dan pariwisata di kawasan Joglo Semar.

“Tol Yogyakarta-Bawen akan memangkas waktu tempu dari Semarang ke Borobudur yang semula 3 jam menjadi 1,5 jam saja,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11).

Basuki hadir di Borobudur untuk menghadiri acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres pada Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Yogyakarta-Bawen. Perjanjian PPJTdan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ditandatangani oleh Konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumanan/PTPP (Persero) Tbk, dan PT Brantas Abipraya (Persero). Adapun penandatanganan perjanjian regres diteken langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Muhammad Wahid Sutopo, dan Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Bawen Mirza Nurul Handayani.

Caption:
TOL JOGJA-BAWEN
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) menggelar konferensi pers usai penandatanganan PPJT di pelataran Hotel Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11).

Menurut Basuki, proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan infrastruktur. Jalan tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Semarang–Solo dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo sehingga bakal membentuk segitiga emas yang dapat meningkatkan perekonomian dan konektivitas wilayah, khususnya Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Selain menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan, kata Basuki, ketiga jalan tol tersebut juga akan meningkatkan kemudahan akses dari dan menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Candi Borobudur dan sekitarnya serta Candi Prambanan-Kalasan dan sekitarnya.

Berita Terkait  Ini Dia Alasan Lays, Doritos, dan Cheetos Berhenti Produksi di Indonesia

Menteri PUPR menegaskan, proses pembebasan lahan proyek tol Yogyakarta-Bawen segera dimulai pada awal tahun depan dan dilanjutkan pengerjaan konstruksi jalan tol pada Agustus 2021. Saat ini, proses pembebasan lahan masih menunggu penetapan lokasi jalan tol yang masih dalam pembahasan bersama Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DIY.

“Saya minta November ini juga perubahan penetapan lokasi sudah diserahkan lagi ke provinsi agar segera bisa langsung ke pekerjaan pembebasan lahan,” ujar Basuki.

Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit menerangkan, pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sebagai proyek strategis nasional (PSN)  merupakan usulan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 7 Desember 2016 silam. Selanjutnya, usulan tersebut ditindaklanjuti dengan studi kelayakan oleh Komite Percepatan Pengerjaan Infrastruktur Prioritas (KPIP) pada 2017. Kemudian, setelah ditetapkan sebagai PSN melalui Perpres Nomor 28 Tahun 2017 dan ditetapkan sebagai Proyek Infrastruktur Prioritas melalui Peraturan Menteri PUPR di tahun yang sama, pelelangan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dimulai pada 25 November 2019.

“Dan penetapan pemenang lelang yaitu konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumanan/PTPP (Persero) Tbk, dan PT Brantas Abipraya (Persero) diumumkan pada 6 November 2020. Jadi tepat setahun kurang beberapa hari,” kata Danang.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) Mirza Nurul Handayani menjelaskan, JJB merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dibentuk oleh konsorsium BUMN pemenang lelang pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, yang terdiri dari Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas sebesar 60%, Adhi Karya sebesar 12,5%, Waskita Karya sebesar 12,5%, PTPP sebesar 12,5%, serta Brantas Abipraya sebesar 2,5%.

Berita Terkait  Mulai 1 Oktober! Uang Muka Mobil & Motor Jenis Ini Bisa 0%

Menurut Mirza, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki total panjang 75,82 Km dengan nilai investasi sebesar Rp 14,26 triliun dan masa konsesi selama 40 tahun. “Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 Km dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,77 Km yang pembangunannya terbagi atas enam seksi,” ujar Mirza.

Adapun enam seksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen mencakup Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km, Seksi 2 Banyurejo sampai Borobudur sepanjang 15,26 Km, Seksi 3 dimulai dari Borobudur sampai Magelang sepanjang 8,08 Km, Seksi 4 dimulai dari Magelang sampai Temanggung sepanjang 16,46 Km, Seksi 5 dimulai dari Temanggung sampai Ambarawa sepanjang 22,56 Km, dan Seksi 6 dimulai dari Ambarawa sampai Bawen sepanjang 5,21 Km.

Dalam pembangunannya, terdapat 5 Simpang Susun (SS) dan 1 Junction yang akan dibangun dimulai dari Junction Bawen yang akan terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang-Solo, SS Ambarawa, SS Temanggung, SS Magelang, SS Borobudur hingga SS Banyurejo yang terhubung dengan Junction Sleman Kecamatan Melati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan terkoneksi dengan jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo.

Mirza menambahkan, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen akan dibangun dengan 2×2 lajur dengan lebar lajur 3,6 meter serta dibangun dengan desain struktur at grade sepanjang 69,68 Km dan struktur elevated sepanjang 6,15 Km di Ring Road Barat Jogja “Tepatnya di atas selokan Mataram,” kata Mirza.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *