Implementasi Vaksinasi Diharapkan Mulai Pertengahan 2021

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy

INDONESIAUPDATE.ID – Wabah Covid-19 diprediksi masih akan menjadi tantangan bagi Bangsa Indonesia di tahun 2021. Namun pemerintah optimistis hal tersebut mampu diatasi melalui berbagai upaya, termasuk dengan menghadirkan vaksin.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa meskipun vaksin bukanlah senjata pamungkas, namun paling tidak mampu meringankan upaya menaklukkan wabah Covid-19.

“Di 2021 ini saya kira masih remang-remang. Kuncinya ada di vaksin dan kita harapkan pertengahan tahun bisa dilakukan,” ujarnya saat wawancara virtual bersama Kompas TV, Senin (21/12).

Namun demikian, Muhadjir menyatakan bahwa pertengahan tahun merupakan proyeksi moderat. Bisa jadi, menurutnya, implementasi vaksinasi baru akan dilakukan akhir tahun depan atau mungkin dengan optimisme di awal tahun..

“Untuk awal tahun sepertinya belum bisa karena kita masih menunggu emergency used authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” lanjut Muhadjir.

Dijelaskan bahwa saat ini rencana rencana implementasi vaksin memang masih berproses. Nantinya, izin resmi dari BPOM yang akan menentukan kapan dan bagaimana vaksinasi dapat dilakukan.

“Kalau ini (implementasi vaksinasi) nanti bisa berjalan, saya kira kita bisa mulai membenahi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kebudayaan yang selama pandemi ini kita ketahui mengalami keterhambatan,” tuturnya.

Sembari menunggu vaksin, terang Menko PMK, pemerintah terutama kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kemenko PMK juga tengah melanjutkan upaya pembangunan manusia dan kebudayaan melalui berbagai program prioritas.

Muhadjir menyebutkan beberapa diantaranya yaitu program penanganan stunting. Pasalnya, saat ini angka stunting di Indonesia masih di angka 27,4% sementara presiden menargetkan penurunan stunting hingga 14% di tahun 2024.

“Penanganan stunting ini akan menjadi salah satu fokus kita di 2021 karena dampaknya sangat besar terhadap pembangunan kualitas SDM, terutama saat mereka memasuki angkatan kerja.

Berita Terkait  Ketika Jenderal Napoleon Melawan dan Minta Penyidikan Dihentikan

Selain juga tentu kita akan menangani juga yang lainnya seperti masalah penyakit yang tidak kalah berbahaya seperti Tb, demam berdarah, atau bahkan gangguan kejiwaan, semua akan kembali kita fokuskan penanganannya di 2021,” jelas Menko PMK.

Akan tetapi, menurut Muhadjir, yang juga paling penting dan menjadi kekuatan dalam pembangunan manusia dan kebudayaan yaitu sifat gotong-royong dari masyarakat. Hal itulah yang diyakini akan mampu membawa Indonesia siap menghadapi tantangan di 2021.

“Saya setuju dengan Bung Karno bahwa gotong royong adalah suatu esensi dari pengamalan pancasila. Visi persatuan, musyawarah, apalagi keadilan itu ada di gotong royong.

Itulah yang sebetulnya bisa menjadi modal bagi kita untuk mewujudkan Indonesia maju,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *