Harga Beras Diprediksi Stabil Hingga Maret 2021

  • Bagikan
Ilustrasi/Shutterstock

INDONESIAUPDATE.ID – Tren harga beras di periode pergantian tahun kali ini diyakini tidak akan naik seperti tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Pertanian (Kementan) bahkan memproyeksikan harga beras bakal stabil hingga Maret 2021.

“Beras saat ini adalah komoditas yang paling stabil harganya, jadi sampai Maret 2021 kami prediksi masih stabil (harganya),” ujar Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Inti Pertiwi kepada Kompas.com, Senin (28/12/2020).

Dia menjelaskan, harga beras yang stabil di akhir tahun merupakan dampak dari gencarnya program bantuan sosial (bansos) dalam bentuk sembako oleh pemerintah sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19.

Bansos tersebut pada akhirnya membuat pasokan beras di rumah masing-masing penerima bantuan masih cukup banyak, sehingga menurunkan permintaan beras di pasar.

“Berbeda dari tahun sebelumnya, pada tahun ini penggelontoran bansos untuk penanganan Covid-19 itu banyak sekali dalam bentuk beras.

Jadi menyebabkan kalangan yang terima bansos enggak belanja, sehingga serapan beras di pasar juga kurang,” jelas dia.

Berdasarkan data BKP Kementan, harga beras kualitas medium di tingkat konsumen pada pergantian tahun 2018/2019 dan 2019/2020 naik tinggi hingga lebih dari Rp 11.000 per kilogram.

Nilai itu jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah yang sebesar Rp 9.450-Rp 10.250 per kilogram.

Sementara hingga Desember 2020, harga beras medium di tingkat konsumen sebesar Rp 10.875 per kilogram.

Tren harganya semakin menurun jelang akhir tahun, meski masih berada di atas HET.

Inti mengatakan, harga yang stabil di awal tahun depan juga di dorong optimisme surplus beras pada 2020 sebanyak 6 juta ton, sehingga jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan beras nasional di kuartal pertama 2021.

Berita Terkait  Antisipasi Hama dan Perubahan Iklim, Kementan Minta Petani Terapkan Ini

Di sisi lain, pada April 2021, pasokan beras akan kembali meningkat karena memasuki musim panen raya.

Sehingga, menurutnya, masyarakat cukup terbantu dengan harga beras yang stabil di tengah tekanan pandemi Covid-19.

“Telur ayam dan cabai kan naik, tapi masih bersyukur beras itu bisa stabil, biasanya secara musiman bulan-bulan ini selalu naik tinggi.

Sehingga pengeluaran masyarakat jadi terbantulah, karena biasanya beras naik tapi sekarang enggak naik,” kata Inti.

Ia menekankan, pemerintah memastikan pasokan beras secara nasional akan tercukupi hingga tahun depan, seiring dengan tren harganya yang stabil.

Inti bilang, kondisi harga beras saat ini sangat baik, sebab tak ada penurunan harga di tingkat petani, tetapi juga tak ada kenaikan harga yang tinggi di tingkat konsumen.

“Stok beras tinggi, kemudian sebagian masyarakat terpenuhi dengan bansos, petani juga terpenuhi dengan keuntungan yang didapatkan, dan masyarakat pun tidak terbebani harga yang tinggi.

Saat ini beras dalam kondisi terbaik, jadi enggak ada kemungkinan untuk impor. Kondisi saat ini kondisi terbaik untuk beras,” pungkas dia. (kompas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *