Menekan Lajunya Pertumbuhan Covid-19 di Wilayah Jawa Barat

  • Bagikan
Ilustrasi/Shutterstock

INDONESIAUPDATE.ID – Wabah Covid-19 masih belum juga selesai. Lonjakan bertambahan kasus harian dan kematian di Indonesia masih tinggi terutama di wilayah-wilayah zona merah.

Hal ini di sebabkan kurang nya kesadaran masyarakat seperti mempertahankan 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak masih sering di abaikan. Peningkatan jumlah Kasus Covid-19 pada Januari 2021 di perparah akibat libur panjang akhir tahun kemarin sebanyak 30 %.

Akibat lonjakan kasus harian dan kasus kematian yang tinggi pemerintah saat ini menerapkan PPKM (Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) di wilayah Jawa dan Bali di mulai dari hari senin 11 Januari 2021 sampai tanggal 25 Januari 2021 di wilayah wilayah zona merah seperti sekuruh wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi Depok, Bandung, Cimahi, Solo, Semarang, Banyumas, Gunung Kidul, Sleman, Kuloprogo, Surabaya, Malang,Denpasar, Badung.

Penggunaan Masker yang baik dan sesuai standar, tidak berkerumun dan selalu menjaga jarak dengan orang lain, dan Mencuci tangan sangat berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah penederita covid-19 di jakarta.

Melalui pidato Gubernur Jawa Barat Bpak Ridwan kamil menjelaskan bahwa Tingkat kepatuhan dalam penggunaan Masker adalah KotaBekasi dan Paling Rendah adalah Kabupaten Tasikmalaya Sedangkan Untuk tingkat kepatuhan menjaga jarak yaitu Kota Bekasi dan terendah adalah Kota Depok Menurut perhitungan data Satpol PP dan TNI.

Masyarakat di himbau untuk terus menerapkan Protokol Kesehatan. Penggunaan masker harus sesuai standar kesehatan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Penggunaan massker bertujuan untuk mengurangi resiko penularan covid-19 melalui droplet /cairan mulut.

Syarat menggunaan masker yaitu terpakai secara pasdari hidung hingga ke dagu, di lengkapi tali/ karet, terdiri dari beberapa lapis kain setidaknya ada 2 lapis kain, bahan anti air dan nyaman untuk bernafas.

Penggunaan masker sebaikanya di gunakan per 4 jam sekali setelah itu d lepas dan di ganti dengan masker yang baru.

Penggunaan Bahan masker yang di gunakan pun harus sesuai standar kesehatan. Sebaiknya menggunakan masker medis dengan efektifitas yang tinggi sehingga mengurangi resiko penularan, tetapi masyarakat di himbau minimal menggunakan bahan kain seperti bahan katun. Pemerintah sendiri sudah melarang masyarakat menggunakan masker terbuat dari bahan skuba maupun buff.

Selain penggunaan masker yang harus sesuai standar, menjaga jarak pun harus di lakukan. Menjaga jarak bukan hanya dalam kontak fisik tetapi juga menghindari menggunakan transportasi umum, mengunjungi teman, tetangga, kerabat terutama kelompok usia tua, tidak pergi libutan ke luar kota maupun luar negeri, menjaga jarak 2 meter dari orang lain di tempat umum dan kurangi pergi keluar rumah.

Kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat berpengaruh menekan laju nya pertumbuhan virus covid-19. Menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus terus di lakukan. (Widiyanti)

 

Berita Terkait  Dosen Vokasi UI Beri Pendampingan Bisnis Kreatif Bagi Pengelola Desa Wisata di Jawa Barat
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *