Serba – Serbi Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

  • Bagikan
Ilustrasi vaksin. shutterstock

Oleh: Bayu Aditya Trisnaning Kasih

Pandemi COVID-19 masih melanda berbagai wilayah di Indonesia. Hingga 3 Februari 2021, terdata sebanyak 11.984 kasus baru sehingga secara akumulatif terdapat 1.111.671 kasus COVID-19. Kasus sembuh bertambah 9.135 pasien sehingga total pasien sembuh sebanyak 905.665 orang. Namun kasus meninggal bertambah 189 orang menjadi 30.770 orang. Pemerintah membuat berbagai kebijakan seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sekolah, perkantoran, tempat ibadah, transportasi dan tempat umum untuk melindungi masyarakat dari penularan COVID-19. Pemerintah memberikan bantuan sosial, insentif tenaga kesehatan, penggunaan masker dan sudah melaksanakan vaksinasi COVID-19 pada awal Januari 2021 guna menangani dampak dari pandemi COVID-19 di Indonesia. Dalam pelaksanaan vaksinasi, pemerintah menjelaskan bahwa akan dilaksanakan dalam dua tahap. Periode vaksinasi mulai Januari-April 2021 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik yang merupakan tahap pertama. Pemerintah memastikan vaksin telah lolos uji dari BPOM yang akan diberikan kepada nakes di 34 provinsi di Indonesia. Dalam pelaksanaannnya akan dilakukan dengan bertahap menerapkan prinsip kehati-hatian. Pada bulan April 2021 hingga Maret 2022 akan dilaksanakan vaksinasi tahap kedua yang akan diperuntukkan bagi 63,9 juta masyarakat rentan dan 77,4 juta masyarakat lainnya.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 84 Tahun 2020 mengatur pelaksanaan vaksinasi yang akan dilakukan di Indonesia. Vaksinasi ini dilakukan dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia. Sebenarya apa arti dari vaksin itu sendiri? Vaksin dapat diartikan yaitu produk biologi yang isinya adalah antigen berupa mikroorganisme yang dilemahkan baik itu masih hidup ataupun sudah mati, masih utuh atau tidak bagiannya, atau dapat juga berupa toksoid atau protein yang telah diolah dari toksin yang berasal dari suatu mikroorganisme yang sudah ditambahkan dengan zat lainnya, yang akan dapat menimbulkan kekebalan secara aktif yang spesifik terhadap penyakit tertentu apabila diberikan kepada seseorang. Kemudian apa itu vaksinasi? Vaksinasi adalah pemberian vaksin yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit yang terjadi secara aktif, sehingga seseorang hanya akan mengalami sakit yang ringan dan tidak jadi sumber penularan apabila terkena dengan penyakit tersebut. Pengertian dari vaksin dan vaksinasi tercantum dalam Permenkes No 84 tahun 2020 Bab 1 ayat 1.

Berita Terkait  Penanganan Pasien COVID 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Cibinong Bogor

Apa sebenarnya tujuan vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah? Yang pertama adalah mengurangi penularan atau transmisi dari COVID-19, yang kedua adalah angka kesakitan dan kematian yang ditimbulkan pandemi COVID-19 dapat diturunkan, kemudian yang ketiga adalah tercapainya herd imunity. Herd imunity adalah terjadinya kekebalan kelompok pada masyarakat, dan yang terakhir adalah dapat melindungi masyarakat dari pandemi COVID-19 secara sosial ekonomi agar masyarakat dapat tetap produktif. Semua tujuan vaksinasi COVID-19 di Indonesia tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 84 Tahun 2020 Pasal 4. Salah satu yang akan membantu proses penanganan pandemi COVID-19 agar lebih cepat adalah ketersediaan vaksin. Untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk menyediakan informasi yang tepat tentang vaksinasi COVID-19 sehingga masyarakat dapat mengerti dan bisa menerima dengan baik.

Dalam rangka penyelenggaraan vaksinasi di Indonesia akan dibagi dalam beberapa sasaran yang akan menerima vaksin yaitu tenaga kesehatan dan asisten tenaga kesehatan kemudian tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan akan menjadi prioritas utama. Kemudian sasaran vaksinasi COVID-19 berikutnya akan diberikan kepada TNI dan POLRI termasuk aparat hukum dan petugas layanan publik. Selanjutnya sasaran vaksinasi COVID-19 akan diberikan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama, RT dan RW, perangkat desa dan kecamatan dan pelaku perekonomian strategis. Kemudian yang terakhir sasaran vaksinasi COVID-19 akan diberikan kepada guru dari SD sampai perguruan tinggi,aparatur kementrian, anggota legislatif, perangkat pemerintah daerah, dan masyarakat yang rentan dari segi sosial dan ekonomi. Semua sasaran vaksinasi COVID-19 tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 84 Tahun 2020 Bab 3 Bagian Kesatu Pasal 8 ayat ke 4.

Berita Terkait  Soal Sanksi Penolak Vaksin, Gubernur Anies Bilang Begini

Menurut hasil survei didapatkan sebagian masyarakat sudah tau pemerintah akan melakukan vaksinasi yaitu sekitar 74 persen, ada yang bersedia divaksin yaitu sekitar 65 persen ada juga yang masih ragu yaitu sekitar 27 persen, dan 8 persen dari masyarakat menolak dengan alasan keamanan dan kehalalan vaksin. (Sumber survei penerimaan vaksin yang dilakukan ITAGI dengan Kementrian Kesehatan dan didukung oleh WHO dan UNICEF 2020). Untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk menyediakan informasi yang tepat tentang vaksinasi COVID-19 sehingga masyarakat dapat mengerti dan bisa menerima dengan baik. Saat ini tanggal 3 Februari 2021 total sasaran vaksinasi berjumlah 181.554.465, kemudian sasaran vaksinasi tenaga kesehatan 1.534.937 dan yang sudah melakukan registrasi ulang sebanyak 1.503.94, yang sudah melakukan vaksinasi tahap pertama sebanyak 646.026 dan vaksinasi tahap kedua sebanyak 71.621 tenaga kesehatan

Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat dan Daerah, swasta, yang memenuhi persyaratan akan menyelenggarakan vaksinasi COVID-19. Fasilitas pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah seperti puskesmas dan puskesmas pembantu dan pos pelayanan vaksinasi COVID-19, klinik dan rumah sakit. Pelaksanaan pelayanan vaksinasi COVID-19 tercantum dalam Permenkes RI No 84 Tahun 2020.

Upaya pencegahan yang efektif dari penularan penyakit salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi, selain itu dapat melindungi kesehatan masyarakat dari COVID-19, menurunkan angka morbiditas, angka mortalitas dan meningkatkan kesehatan masyarakat, dan juga dapat mengurangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi COVID-19 dalam jangka panjang. kunci keberhasilan penanganan COVID-19 salah satunya adalah peran serta masyarakat. Sebagai masyarakat Indonesia kita wajib mendukung bersama program pemerintah terkait vaksinasi. Melakukan 3M (Mencuci tangan, Menggunakan masker, dan Menjaga jarak) kemudian melakukan vaksinasi COVID-19, dan melaksanakan 3T (Tes, Telusur, Tindak lanjut) adalah cara yang efektif dalam melakukan pencegahan dan menghentikan rantai penularan COVID-19 sehingga kita dapat segera keluar dari krisis dan kembali hidup sehat dan produktif sehingga Indonesia terbebas dari pandemi COVID-19.

Berita Terkait  Dinamika Penanganan COVID-19 dan Polemik Vaksin di INDONESIA

*) Penulis adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *