Viral Video TikTok di Depok, Jalan Buntu yang Berujung Kuburan

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Sebidang jalan buntu di Jalan Parakan, Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, belakangan ini videonya viral di media sosial TikTok.

Dani, pemilik nama akun TikTok @terdalam_, kerap membagikan video mengenai kejadian unik seputar gang buntu itu.

Ia merekam dan membagikan momen saat sejumlah orang terus melaju, padahal sudah ia peringatkan bahwa gang tersebut buntu. Akhirnya mereka terpaksa putar arah ketika sampai di ujung gang.

Di ujung gang ini juga terdapat taman pemakaman umum (TPU) atau kuburan.

Video-video @terdalam_ soal gang buntu ini sudah diunggah puluhan kali dengan momen yang berbeda serta diputar ratusan ribu kali oleh pengguna TikTok.

Beberapa video bahkan sudah diputar 10 sampai 20 juta kali.

Kompas.com menelusuri alamat gang buntu di Jalan Parakan tersebut. Gang tersebut kurang lebih cukup untuk dilalui satu mobil.

Rumah-rumah yang ada di kanan kiri cukup luas. Sementara beberapa tanah kosong tampak dipenuhi semak-semak maupun pohon pisang.

Jalan Parakan bisa diakses melalui Jalan Abdul Wahab dan berbelok ke Jalan Pahlawan. Dari Jalan Pahlawan bisa menuju Jalan Darussaadah dan berbelok menuju Jalan Parakan.

Dari Jalan Parakan, begitu tiba di hutan jati yang cukup luas di sebelah kanan jalan, tinggal belok kanan.

Dari pertigaan hutan jati di pinggir Jalan Parakan, jalan sudah lurus dan relatif mulus. Dari hutan jati sampai jalan buntu berjarak sekitar 150 meter.

Jalan Parakan tersebut relatif sepi. Tak banyak orang yang melewati jalan buntu tersebut.

Ada beberapa perumahan yang belum banyak terisi. Ada lapangan dengan satu pohon besar sebelum jalan buntu.

Di ujung jalan, TPU yang masuk ke dalam video TikTok dengan akun @terdalam_ bernama TPU Parakan.

Berita Terkait  Inalillahi, Penyanyi Campursari Didi Kempot Tutup Usia

Ada jalan yang sudah dicor di sekitar TPU Parakan. Jalan buntu tersebut membelah rerumputan dan hanya selebar satu meter.

Dani menyebutkan, ada sekitar lima orang yang melewati jalan buntu dan berujung ke Taman Pemakaman Umum (TPU) Parakan tiap harinya.

Rata-rata, orang-orang yang salah jalan ini mengikuti aplikasi yang entah mengapa mengarahkannya melewati gang yang ternyata buntu itu.

Dani menceritakan misteri jalan buntu yang viral di TikTok itu. Ia mengatakan, gang buntu di Jalan Parakan awalnya merupakan jalan yang belum diaspal.

“Soalnya 2019 ini baru diaspal nih di depan. Jadi dulunya cuman jalan tanah atau batu,” kata Dani saat ditemui di sekitar jalan buntu itu, Selasa (3/2/2021).

Menurut dia, Jalan Parakan di dekat hutan jati merupakan jalan alternatif menuju Pondok Cabe. Dani menyebut, orang-orang terkadang mengikuti jalan beraspal hingga akhirnya terjebak di jalan buntu.

“Semenjak jalan diaspal semenjak itulah mulai bingung. Diaspal 2019, mulailah banyak yang salah jalan ke sini karena mau ngambil jalan aspal,” tambah Dani.

Menurut dia, jalan tempat pengambilan video TikTok-nya tak buntu. Di ujung jalan dekat TPU Parakan, pernah ada pintu akses ke salah satu komplek.

“Jadi kompleknya itu ada dua pintu akses di depan dan di belakang. Nah yang pintu ini tuh bagian belakang,” ujarnya.

Pintu belakang sebuah komplek tersebut ditutup sekitar lima tahun yang lalu. Oleh karena itu, akses ke komplek tersebut tak bisa dilewati.

Orang-orang yang nyasar ke jalan buntu, lanjut Dani, kerap mengikuti petunjuk dari Google Maps. Sebagian orang ingin menuju komplek tersebut, tetapi diarahkan melalui pintu lama yaitu dekat TPU Parakan.

Eksperimen sosial

Berita Terkait  Sebarkan Video Syur Mirip Gisel, Alasan Pelaku Receh Banget!

Ide awal Dani membuat video jalan buntu berawal dari keinginannya membuat eksperimen sosial. Eksperimen sosialnya ia buat menjadi sebuah konten misteri jalan buntu.

“Kalau saya bilang jalan buntu nggak tahu ada apa dengan kalimat jalan buntu dibandingkan dengan tempat pemakaman umum. Akhirnya ya jadi kemasan saya utk membuat konten misteri jalan buntu ini,” kata Dani.

Dani mengaku, perlu waktu selama 10 bulan untuk menelurkan video jalan buntu. Waktu 10 bulan ia habiskan untuk membuat konsep video jalan buntu, survei lokasi, riset terkait lokasi video, hingga meminta izin ke aparat setempat.

“Di awal memang saya konsep konten ini. Jadi saya survei dulu saya amati dulu yang masuk ke sini yang salah jalan itu, lalu saya izin RT RW setempat,” ujar Dani.

Dani sendiri baru tinggal di tempat pembuatan jalan buntu tersebut selama 18 bulan. Ia pun berusaha mendalami fenomena sosial dan cerita di sekitar tempatnya tinggal.

Proses izin kepada aparat setempat pun ia lakukan agar tak ada yang merasa dirugikan dengan video eksperimen sosialnya. Video jalan buntunya merupakan sebuah eksperimen sosial untuk menguji kepercayaan masyarakat terhadap orang yang tak dikenal.

“Saya tidak mau ada yang merasa dirugikan jadi saya datangi aparat setempat saya minta izin, Pak saya mau bikin sosial eksperimen di depan rumah saya sampai ke makam. Kalau diizinkan bulan depan (Desember) saya mau mulai, itu saya ngomong di akhir November. Jadi setelah diizinkan mulailah pembuatan video,” tambah Dani.

Pihak RT kemudian mengizinkan Dani membuat video selama bernilai edukasi. Dani juga berniat untuk mengenalkan daerah tempatnya tinggal.

“Ini kan masih kalau orang lihat kan masih terpencil. Ya setidaknya mengenalkan daerah sini, kenapa tidak. Selama tidak menggangu kenyamanan,” tambahnya.

Berita Terkait  Viral! Warga Desa di Tuban Ramai-Ramai Borong Mobil

Selama proses riset, Dani pun menemukan banyak situs bersejarah di sekitar lokasi tempatnya tinggal.

Baginya, proses riset sebelum membuat video jalan buntu sangat menyenangkan. Dani pun meminta izin kepada orang-orang yang ia rekam. Ia ingin videonya yang tayang telah memiliki izin dari orang-orang yang ia rekam.

“Kalau saya ambil video di sini, penjaga saya nunggu di ujung jalan sana. Penjaga rumah saya nanti akan berhentikan orang yang lewat tadi. Saya bilang ‘Bu Pak, tadi saya ambil videonya tidak apa-apa di posting?’,” ujar Dani.

Ia lalu menjelaskan perihal pengambilan video jalan buntu. Dani menjelaskan bahwa videonya akan diunggah ke media sosial dengan nilai hiburan dan edukasi. (kompas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *