Cegah Kerumunan Warga, Polda Metro Lakukan Patroli Saat Libur Imlek

  • Bagikan
ilustrasi. shutterstock

INDONESIAUPDATE.ID – Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya bakal melarang adanya kerumunan di perayaan Imlek tahun ini. Polisi menyebut akan melakukan patroli untuk memastikan tidak adanya kerumunan warga.

“Kan ada ketentuan oleh pemerintah daerah, pemerintah menyampaikan ada liburan tetapi diimbau untuk tidak melakukan kegiatan di luar di masa PPKM berskala mikro. Kita lakukan patroli-patroli, kita imbau kalau ada kerumunan dilarang, akan kita lakukan penindakan operasi yustisi juga,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Kamis (11/2/2021).

Yusri menambahkan pihaknya akan melakukan patroli untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Dia menambahkan tiap kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan akan segera dibubarkan.

“Kita lakukan patroli dengan preventif straight, kita lakukan. Kemudian kita lakukan penindakan kalau emang ada pelanggaran protokol kesehatan,” ungkap Yusri.

Selain itu, pengawasan protokol kesehatan di klenteng-klenteng juga akan diperhatikan pihaknya. Dia mengimbau tiap orang mengikuti aturan dari PPKM Mikro perihal kapasitas di tempat ibadah.

“Ya semuanya kan sudah jelas aturan dalam PPKM. Kan ada aturan berapa persen terus sudah diimbau oleh pemerintah daerah tidak akan melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kumpul-kumpul. Ini yang kita imbau-imbau semua. Dari gugus tugas juga turun, Bhabinkantibmas, Babinsa menyampaikan semua bersama, mudah-mudahan nggak ada kegiatanlah. Kita patroli semua,” beber Yusri.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap kasus aktif COVID-19 tidak melonjak di Ibu Kota usai libur tahun baru Imlek. Anies Baswedan meminta warga mengurangi kegiatan bepergian selama libur panjang akhir pekan.

“Beberapa hari ini kita akan ada libur panjang. Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan libur ini bersama keluarga di rumah. Mengurangi kegiatan bepergian, kecuali ada kebutuhan mendasar dan mendesak,” ujar Anies kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (10/2).

Berita Terkait  Lini Depan Melempem, Liverpool Kangen Jota?

Anies berharap, dengan penerapan PPKM Mikro, tingkat kesadaran bisa sampai skala terkecil, yakni hingga tingkat RT. Hal itu disampaikan karena kasus aktif COVID-19 masih terbilang cukup banyak.

“Karena itulah program PPKM tingkat mikro ini diharapkan nantinya bisa membangun kesadaran di tingkat lokal skala kompleks, kampung, RT, RW tentang pentingnya di dalam keluarga untuk menjaga protokol kesehatan,” ujarnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *