Kenali Perbedaan Varian B117 dan Mutasi D614G

  • Bagikan
Ilustrasi/Pixabay

INDONESIAUPDATE.ID – Sebelum heboh masuknya varian Corona B117, sekitar akhir tahun 2020 Indonesia juga sempat dihebohkan dengan masuknya mutasi D614G. Perbedaan istilah antara varian dengan mutasi rupanya kerap bikin bingung, apa kaitan antara keduanya?

Dalam paparan tentang Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia 4 Maret 2021, juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito sempat menyinggung perbedaan kedua istilah tersebut.

“Mutasi adalah terjadinya kesalahan saat virus memperbanyak diri sehingga bentuk virus anakan tidak sama dengan virus aslinya atau parental strain,” jelasnya.

Salah satu mutasi yang sempat bikin heboh di akhir 2020 dan kini telah menjadi salah satu mutasi dominan di dunia adalah mutasi D614G. Mutasi ini juga sudah bersirkulasi di Indonesia.

Kode D614G menunjukkan posisi terjadinya mutasi di dalam tubuh virus, yakni mutasi terjadi pada titik 164 dari protein D (asam aspartat) menjadi G (glisin).

Jenis mutasi lain yang juga sering disebut antara lain E484K dan N501Y. Keduanya ditemukan pada varian Afrika Selatan, dan belakangan ditemukan juga pada varian Inggris.

Lalu apa yang dimaksud varian?

“Varian adalah virus yang dihasilkan dari mutasi ini,” jelas Prof Wiku.

“Jika varian pun menunjukkan sifat fisik yang baik, jelas, maupun samar, berbeda dari virus aslinya, maka varian disebut sebagai strain,” lanjutnya.

Varian kerap disebut juga dengan istilah galur filogenetik. Huruf dan angka yang ada pada penamaan tersebut bukan jenis mutasinya, melainkan lebih menunjukkan hubungan kekerabatan. Penulisan B117 umumnya hanya untuk mempermudah, karena dalam dalam galur filogenetik sebenarnya ditulis B.1.1.7.

Sebuah varian virus Corona bisa mengandung sejumlah mutasi. Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo menyebut, varian Inggris B117 bahkan punya 23 mutasi di dalamnya, termasuk E484K.

Berita Terkait  Jaga Kelestarian Ikan, KKP Musnahkan Rumpon dan Trawl Ilegal

“Macam-macam, salah satunya di kodon ke 484 dari asam amino asam glutamate berubah menjadi asam amino lysine (E484K),” jelas Ahmad.

Prof Wiku mencontohkan saat ini ada beberapa varian virus Corona yang telah menyebar ke banyak negara, di antaranya:

B117, dikenal sebagai varian Inggris

B1351, dikenal sebagai varian Afrika Selatan, yang juga hasil mutasi dari B117

P1, disebut juga varian Brasil

Beberapa varian virus juga bisa mengalami rekombinasi dan membentuk ‘mutasi hybrid’. Ini terjadi pada pertengahan Februari 2021 antara varian B117 dari Inggris dengan varian B1429 dari California, dan bisa saja terjadi pada varian lain.

“Di Inggris sudah dilaporkan pasien-pasien yang terinfeksi B.1.1.7 dan juga B.1351 yang dari Afrika Selatan,” jelas Prof Tjandra Yoga Aditama, peneliti yang juga mantan Direktur WHO Searo. (detik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *