Jaga Marwah Organisasi, KNPI Agendakan Kongres Bersama

  • Bagikan
Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Ahmad Andi Bahri (dua kiri), menyerahkan bendera pataka KNPI kepada Mustahuddin (kiri), disaksikan Sekretaris Jenderal, Jackson Aw Kumaat (dua kanan), A Hehanusa (kanan) seusai rapat Rapat Pleno DPP KNPI Periode 2018-2021 di Jakarta, Sabtu (6/3/2021). Foto: Humas DPP KNPI

INDONESIAUPDATE.ID – Kabar baik berhembus dari Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). KNPI, yang notabene saat ini terpecah menjadi tiga kubu (Noer Fajrieansyah, Abdul Aziz, dan Haris Pertama) bakal segera ‘islah’.

Hal itu merujuk dari hasil Rapat Pleno DPP KNPI kubu Haris Pertama yang digelar Sabtu (7/3) malam di Hotel Ritz Carlton. Ada dua keputusan penting dalam rapat tersebut. Salah satunya ihwal penyatuan kembali KNPI.

“Seperti amanat rapat pleno, kami diminta segera membangun kerjasama dan komunikasi dengan DPP KNPI Pimpinan Bung Noer Fajrieansyah dan Bung Abdul Azis menuju pelaksanaan Kongres bersama KNPI/ Pemuda sesuai dengan harapan OKP dan Pemerintah Republik Indonesia,” ujar Plt Ketua Umum KNPI,Mustahuddin Wandy melalui keterangan resminya di Jakarta, Minggu (8/3).

Wandy memaparkan jika ikhtiar tersebut semata-mata untuk menjaga soliditas dan membangun komunikasi yang harmonis di internal kepengurusan, serta demi manjaga marwah kepengurusan.

“Intinya kami diminta segera menyusun komposisi Kepengurusan baru, hanya mengisi beberapa kekosongan. Tidak banyak perubahan komposisi,” jelas dia.

Selain rencana kongres bersama, pleno juga memberhentikan Haris Pertama sebagai Ketua Umum. Haris dinilai melakukan pelanggaran AD ART KNPI, terkait tata kelola organisasi, pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dan harta benda organisasi.

“Bung Haris Pertama dalam Kapasitasnya Sebagai Ketua Umum tidak mampu lagi untuk menjalankan roda organisasi, dimana sampai saat ini kepengurusan sudah berjalan 2 (dua) tahun tidak pernah menjalankan salah satu amanah Kongres KNPI XV yaitu melaksanakan dan memfasilitasi Rapat Majelis Pemuda Indonesia (MPI),” ujar Sekjen DPP KNPI, Jacson Kumaat.

Jacson menjelaskan, pemberhentian Haris Pertama sebaga Ketua Umum DPP KNPI Periode 2018-2021 sudah sesuai mekanisme organisasi. Konsekuensinya, yang bersangkutan tidak berhak lagi menggunakan atribut dan simbol-simbol organisasi KNPI.

Berita Terkait  Mensos Tak Ingin Orang Miskin Penerima Bansos Hanya Itu-itu Saja

“Memutuskan Bung Mustahuddin Sebagai Pelaksana tetap (Plt) Ketua Umum DPP KNPI Periiode 2018-2021 untuk melanjutkan roda organisasi dan membangun komunikasi dengan Pimpinan dan Pengurus Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berhimpun di KNPI dalam rangka membangun soliditas dan suasana kondusif dunia kepemudaan,” pungkas Jacson menyebutkan salah satu butir hasil rapat pleno.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *