Kemarin Digugat Ke Kemenag, Hari Ini Rektor UIN Dilaporkan Ke Ombudsman

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Setelah pada Kamis (12/3/2021) digugat ke Kementerian Agama (Kemenag), Rektor UIN Syarif Hidayatullah Amany Lubis hari ini, Jumat (13/3/2021), dilaporkan ke Ombudsman RI.

Ia dilaporkan oleh Tim Advokasi Antikorupsi dan Otoritarianisme (TAKTIS) atas dugaan adanya maladministrasi dalam proyek pembangunan asrama mahasiswa ekstra kampus. Laporan dugaan maladministrasi itu menambah daftar gugatan kepadanya.

Koordinator TAKTIS Mujahid A Latief membenarkan bahwa dia telah melapor ke Ombudsman. Dia pula yang mewakili dua wakil rektor UIN Syarif Hidayatullah yang sebelumnya dipecat. Dua wakil rektor yang telah dipecat itu yakni Masri Mansour dan Andi M. Faisal Bhakti.

“Kami telah melaporkan dugaan maladministrasi dan dugaan perbuatan melanggar hukum yang diduga dilakukan Rektor (Amany Lubis), berhubungan dengan penggunaan atribut dan kekuasaan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk membangun asrama organisasi kemahasiswaan ektra-kampus,” ungkapnya Jumat (12/3/2021).

Dia menjelaskan, selain menggunakan tangan rektor, pemanfaatan atribut UIN, dan tata kelola dana yang diperoleh dari berbagai pihak untuk pembangunan itu, juga tidak digunakan secara transparan dan akuntabel.

Harusnya, kata dia, pengelolaan dana itu mengikuti standar tata kelola Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidayatullah yang tunduk pada hukum keuangan negara.

“Tetapi sesungguhnya yang dibangun adalah asrama organisasi ekstra-kampus,” katanya.

Dugaan melawan hukum lainnya yang dilakukan Amany Lubis tercermin pada pembiarannya atas penggunaan dana sumbangan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lainnya. Dana tersebut, kata dia, patut diduga telah disalahgunakan.

“Dalam Rapat Senat Terbuka, 17 Desember 2020, Rektor mengakui bahwa dia tidak mengetahui penggunaan uang tersebut.

Donasi yang dhimpun oleh panitia pembangunan asrama tersebut diduga masuk melalui rekening titipan, yang sering disebut rekening 13, sebagai rekening penampungan berbagai dana dari pihak luar kampus,” katanya.

Berita Terkait  Dugaan Korupsi, Gubernur Sulsel Tertangkap OTT KPK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *