Bikin Bangga, Inilah Situs Sejarah Indonesia yang Mendunia

  • Bagikan
Candi Borobudur/Pixabay

INDONESIAUPDATE.ID – Indonesia adalah bangsa yang besar, hal itu terbukti dari banyaknya situs warisan budaya di sejumlah pelosok wilayah tanah air. Peninggalan sejarah ini, cukup Mashur dan mendunia.

Situs bersejarah tersebut, juga telah diakui UNESCO lembaga PBB yang khusus berkonsentrasi di bidang pendidikan, keilmuan dan Kebudayaan. Untuk menjaga keasriannya, sejumlah situs bersejarah tersebut di pugar dan menjadi destinasi wisata.

Nah, yang sering berswafoto atau gemar berpetualang ke lokasi – lokasi bersejarah pasti sudah banyak  mengenal situs – situs bersejarah. Salah satunya Candi Prambanan, atau dikenal Kompleks seribu candi yang terletak di Sleman Jawa Tengah.

Selain dikenal sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia. Prambanan juga dinobatkan sebagai salah satu candi terindah se – Asia Tenggara. Sehingga, bukan hal aneh, jika candi Prambanan menjadi salah satu lokasi wisata prioritas bagi wisatawan mancanegara.

Berikut, sejumlah situs sejarah yang menjadi destinasi wisata :

1. Tambang Batubara Ombilin

Tambang batu bara Ombilin dikenal, sejak kedatangan Belanda di tahun 1956 ke Sawah Lunto untuk mencari rempah – rempah. Pada tahun 1958, lokasi sumber penghasil batu bara itu mulai terendus oleh penjajah.

Empat tahun kemudian peneliti asal Belanda, De Groot van Embden bersama ahli geologi Willem Hendrik De Greve mulai meneliti kandungan mineral dari wilayah Buitenzorg (Bogor) hingga Bangka dan Ombilin (Sawahlunto).

Akhirnya Ombilin menjadi kota Tambang pertama di Indonesia yang hingga kini masyarakatnya hidup dari tambang batubara.

2. Candi Borobudur

Berbeda dengan Prambanan, Borobudur adalah candi yang didirikan pada tahun 800-an Masehi dan menjadi Candi Buddha terbesar di dunia. Setiap Hari Raya umat Buddha, Candi Borobudur selalu ramai dikunjungi.

Berita Terkait  Kementan Siap Dukung Pelaku Usaha Kembangkan Produk Hortikultura Berdaya Saing

Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar. Di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar dengan hiasan di dindingnya 2.672 panel relief. Stupa terbesar terletak di tengah, sekaligus menjadi pusat dalam bangunan ini.

3. Subak bali

Subak adalah istilah untuk pengairan sawah di Bali yang artinya sealiran. Terletak di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan Bali, Subak memiliki luas lebih dari 400 hektare, yang menawarkan pemandangan sawah hijau.

Hingga kini, Subak masih diimplementasikan oleh masyarakat Bali sebagai simbol akan hubungan antara manusia dan Tuhan serta sesama manusia dan alam.

4. Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat inj semakin dikenal, berkat gencarnya penelitian beberapa tahun terakhir membuat peninggalan sejarah yang diyakini dibangun pada era megalitikum tersebut ternyata mendapat perhatian  masyarakat, bukan saja di Indonesia termasuk juga negara lain.

Selain sebagai tempat rekreasi bernuansa religi, Gunung Padang juga menjadi lahan favorit pelajar dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk menambah pengetahuan. Untuk mencapai puncak Situs Gunung Padang pengunjung harus meniti ratusan anak tangga atau disebut juga jalur ziarah, konon merupakan rute asli yang digunakan masyarakat jaman dulu untuk melakukan pemujaan dengan kemiringan mencapai 60 derajat.

5. Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah sebuah bangunan yang ada di Semarang sekaligus menjadi salah satu ikon dari kota ini. Bangunan ini sudah berusia lebih dari seratus tahun, Lawang Sewu jadi tempat wisata yang sangat diminati di Kota Semarang.

Walaupun memiliki arti “seribu pintu” secara harfiah, tapi tempat ini nyatanya hanya memiliki 429 pintu. Namun, di gedung ini banyak sekali jendela berukuran besar seperti pintu yang membuat jumlah pintu di gedung ini terlihat sangat banyak.

Berita Terkait  Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Momentum Investasi Properti

Keunikan, lokasi bersejarah ini cukup menarik animo wisatawan. Utamanya bagi mereka yang hobi fotografi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *