Hindari Perayaan Nyepi, Turis di Bali Padati Gili Trawangan

  • Bagikan
ilustrasi upacara tawur agung kesanga (Foto: Ahmad Fachry/WD)

INDONESIAUPDATE.ID – Sekitar 1.000 wisatawan memadati Pulau Gili Trawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk menghindari perayaan Nyepi di Bali. Para wisatawan yang didominasi turis mancanegara ini datang ke Gili Trawangan menggunakan fastboat sejak Jumat (12/3/2021) hingga Sabtu (13/3/2021).

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Bali, Ni Luh Putu Eka Suyasmin membenarkan bahwa sekitar seribuan orang turis meninggalkan Bali selama dua hari sebelum Nyepi yang jatuh pada tanggal hari Minggu (14/3/2021).

“Ya, mungkin ada seribu orang. Dari kemarin sudah ratusan turis yang berangkat. Jumat kemarin ada 3 fastboat yang berangkat. Kebanyakan mereka berlibur ke Gili Trawangan,” ujar Ni Luh Putu Eka Suyasmin saat dihubungi Kompas.TV pada Sabtu (13/3/2021) malam.

“Hari Sabtu, ada 3 fastboat lagi yang berangkat, pagi dan sore dari Eka Jaya dan Ostina,” tambahnya menyebut dua operator fastboat yang melayani rute Bali dan Lombok.

Menurutnya, hal ini selalu terjadi setiap tahun. “Ini biasa kalau Nyepi. Karena di Bali kan nggak ada aktivitas sama sekali, nggak boleh keluar, wi-fi nggak ada, semua kegiatan dihentikan, ” terangnya.

Selama perayaan Nyepi berlangsung, kata Ni Luh Putu Eka, seluruh kegiatan di semua pelabuhan di Bali dihentikan selama 24 jam. “Semua pelabuhan di Bali tutup. Kalau dari Padangbai, kapal ferry terakhir diberangkatkan pada Minggu (14/3/2021) jam 3 dinihari WITA. Sementara kapal ferry terakhir dari Lembar, Lombok, menuju Bali diberangkatkan jam 19.30 WITA pada Sabtu malam (13/3/2021),” ujarnya.

Seluruh pelabuhan di Bali akan kembali beroperasi pada Senin (15/3/2021). “Setelah Nyepi, semua kegiatan akan kembali seperti semula. Kapal ferry akan mulai diberangkatkan lagi mulai jam 9 pagi hari Senin,” katanya.

Berita Terkait  Perempuan Bali Tangguh Hadapi Covid-19

Menyoal protokol kesehatan (prokes) selama pandemi, Ni Luh Putu Eka menandaskan, pihaknya tetap memberlakukan prokes yang berlaku. “Penumpang wajib melengkapi surat keterangan hasil rapid test antigen negatif. Yang belum bawa, kita arahkan untuk menjalani rapid test mandiri di tempat,” ujarnya seraya menyebut bahwa pelabuhan Padangbai menyiapkan fasilitas rapid test bagi para penumpang yang hendak bepergian.

Ia juga berpesan agar para turis tetap memenuhi aturan dan prokes yang berlaku. “Jadi jika misalnya tidak berkeinginan di Bali selama Nyepi, ya otomatis harus keluar dari Bali. Tapi tetap harus mengikuti aturan dan prokes yang berlaku. Keluar masuk Bali, wajib rapid test antigen,” pungkasnya menandaskan (kompas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *