Fahira Apresiasi RUU Minol Masuk Prolegnas

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Anggota DPD RI yang juga Ketua Gerakan Nasional Anti Miras Fahira Idris mengapresiasi masuknya RUU Larangan Minuman Beralkohol (LMB) dalam Program Legislasi Nasional tahun 2021.

Dia mengatakan, RUU tersebut sudah sangat komprehensif dan akomodatif.

Dia menjelaskan, meskipun judulnya ‘larangan’, RUU itu sebetulnya bertujuan menjadikan minuman beralkohol (Minol) hanya untuk kepentingan terbatas. Artinya, Minol bukan sebuah produk yang bebas diproduksi, dijual, atau dikonsumsi.

Dia mengungkapkan, pengaturan itu juga dilakukan banyak negara lain. Bahkan negara yang punya kebiasaan minum alkohol seperti negara Eropa dan Amerika.

“Kenapa harus diatur secara tegas, karena minol ini mempunyai banyak dimensi dampak mulai dari kesehatan, perlindungan anak, kecelakaan, kriminalitas, dan dampak sosial lainnya,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/3/2021).

Menurut dia, RUU tersebut sudah sangat akomodatif. Jadi, kata dia, idealnya saat nanti dibahas tidak menemukan masalah yang berarti atau berlarut-larut seperti pembahasan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya berharap di 2021 ini, negeri ini sudah mempunyai sebuah UU yang mengatur tegas soal minol sehingga penantian panjang kita terutama para orang tua selama puluhan tahun terlunasi,” ujar Fahira Idris.

Dia mengungkapkan, salah satu poin penting dari RUU LMB itu dan menjadi jawaban atas kekhawatiran segelintir orang yang menolak RUU ini adalah ketentuan di pasal 8.

Pasal itu mengatur larangan bagi setiap orang untuk memproduksi, mendistribusi, menjual, dan mengonsumsi minol golongan A, golongan B, golongan C, minol tradisional, dan minol campuran atau racikan tidak berlaku untuk kepentingan terbatas.

Yaitu kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi dan tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.

“Jadi salah satu letak akomodatifnya RUU ini adalah semua larangan dikecualikan untuk kepentingan-kepentingan terbatas.   Jadi hemat saya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Berita Terkait  Kembali Gelar Donor Darah, Fahira Idris: Pandemi Ketersediaan Stok Darah Tak Boleh Menipis

Segelintir yang menolak RUU ini menurut saya belum membaca secara utuh dan jernih saja,” pungkas Fahira Idris

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *