Wow… Bangunan Bersejarah di Indonesia ini Mendunia

  • Bagikan
Masjid Istiqlal/Ist

INDONESIAUPDATE.ID – Indonesia, bisa dibilang gudangnya bangunan bersejarah yang tersebar di seluruh penjuru tanah air . Maka, hal wajar jika wisatawan asing memang sengaja berkunjung untuk mengetahui sejarah dari bangunan – bangunan tua tersebut.

Tahukah bangunan bersejarah ini, juga memiliki makna tersendiri salah satunya sebagai simbol perjalanan perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan saat mengalami penjajahan. Seperti Gedung Sate, yang terletak di Kota Bandung.

Tercatat dalam sejarah, pada tanggal 3 Desember 1945 bangunan tua yang kini dijadikan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat itu menjadi saksi peristiwa memilukan.

Terdapat tujuh nyawa pemuda yang melayang saat mempertahankan gedung tersebut, dari serangan tentara Gurkha yang disokong oleh Belanda dan Inggris. Untuk mengenang jasa mereka, pemerintah membuat tugu dari batu di halaman belakang gedung sate.

Masih banyak bangunan bersejarah lain yang unik dan asik untuk di simak, mari kita review sejumlah bangunan tersebut :

1. Masjid Istiqlal

Masjid terbesar di Asia Tenggara ini, terletak di Kota Jakarta, pembangunannya diinisiasi oleh Presiden Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951.

Arsitek yang mendesain bangunan tersebut adalah Frederich Silaban. Masjid dengan gaya arsitektur modern sangat cantik dengan lapisan lantai marmer dan ornamen geometrik dari baja antikarat.

Kemegahan, rumah ibadah umat muslim ini, menjadi salah satu lokasi destinasi wisata turis asing maupun lokal.

2.  Benteng Rotterdam
Bangunan bersejarah yang terletak di Kota Makassar, ini menjadi salah satu destinasi wisatawan mancanegara.

Benteng tersebut, dibangun pertama kali oleh Kerajaan Gowa-Tallo pada tahun 1545 oleh Raja Gowa bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng, Benteng Rotterdam awalnya dikenal sebagai Benteng Ujung Pandang dan memiliki bentuk seperti penyu.

Bentukan tersebut dipilih karena sifat dari binatang ini, yang mampu hidup di dua alam dan dianggap menggambarkan bagaimana kerajaan Gowa-Tallo pernah Berjaya di darat serta lautan.

Berita Terkait  Diresmikan Pemerintah, Begini Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata

3. Keraton Surakarta
Keraton Surakarta. Terkenal sebagai simbol dari kota Solo, bangunan ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono Kedua pada tahun 1744. Selain berfungsi sebagai kediaman raja, Keraton Surakarta juga berfungsi sebagai tempat koleksi patung, pusaka, dan senjata kerajaan.

Keraton Kasunan Surakarta juga memiliki wisata warisan budaya seperti upacara adat, tarian sakral, dan musik. Beberapa produk budaya lokal yang terkenal diantaranya adalah sekaten dan malam Suro.

4. Jam Gadang
Bangunan dengan bentuk menara jam ini terletak di daerah, Bukit Tinggi Sumatera Barat. Selesai dibangun pada tahun 1926,  jam gadang memiliki tinggi sekitar 26 meter. Objek wisata andalan tersebut merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekertaris kota Bukittinggi pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

5. Lawang Sewu
Dalam bahasa Indonesia, Lawang Sewu adalah “seribu pintu”. Bangunan yang terletak di wilayah Semarang Jawa Tengah ini memiliki desain unik, dengan banyaknya jendela yang tinggi dan lebar nampak seperti pintu berjejer mengitari segala sisi bangunan.

Pada awalnya gedung ini berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta milik Belanda dengan nama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappj atau disingkat NIS.

Perusahaan inilah yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia menghubungkan Semarang, Surakarta dan Yogyakarta. Jalur pertama yang dibangun adalah Semarang Temanggung pada tahun 1867.

Namun, seiring berjalannya waktu datanglah para penjajah Belanda dan Jepang yang menjadikan bangunan ini sebagai ruang  tahanan dan penyiksaan. Maka, bisa dibayangkan Lawang Sewu juga menjadi saksi sejarah, kekejaman para penjajah.

Nah sebagai masyarakat Indonesia,  ulasan bangunan bersejarah ini membuat kita bangga sekaligus membuktikan bahwa perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan bukan main – main, menjadi kewajiban sebagai generasi muda untuk ikut melestarikan peninggalan sejarah.

Berita Terkait  Mentan Syahrul Dorong Sayuran Organik dari Petani Milenial
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *