Persib vs Persita, Robert Alberts Akan Beradu Taktik dengan Widodo C. Putro

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Laga kedua grup D Piala Menpora akan menyajikan partai menarik antara Persib Bandung kontra Persita Tangerang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (29/3/2021). Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan guna menjaga kans lolos dari fase grup.

Persib Bandung susah payah menahan Bali United 1-1 pada pertandingan pertama. Sementara Persita lebih mengkhawatirkan karena menyerah 1-3 dari Persiraja Banda Aceh.

Selain duel permainan kedua tim di lapangan, laga ini juga akan menjadi ajang pembuktian masing-masing nakhodanya yang menyandang nama besar. Robert Alberts yang kaya pengalaman beradu taktik dengan pelatih potensial, Widodo C. Putro.

Secara pengalaman, Robert Alberts jelas lebih unggul dibandingkan Widodo. Arsitek Persib berusia 66 tahun itu bukan nakhoda sembarangan. Ia sering menangani tim besar dalam karier kepelatihan di Indonesia.

Sebut saja Arema, PSM Makassar, hingga Persib adalah tim dengan nama besar yang ia tangani. Khususnya Persib di ajang Piala Menpora yang sudah dilalui dengan hasil imbang di laga pertama.

Bersama Arema FC, Robert Alberts memenangi trofi Indonesia Super League (ISL) 2009/2010. Sejak 2017, tim yang dibesutnya selalu masuk enam besar. PSM bahkan diantarnya menduduki peringkat ketiga dan kedua pada 2017-2018.

Rentetan prestasinya tersebut selayaknya ditularkan untuk Persib. Berstatus pelatih yang sudah banyak makan asam garam, kiprah Persib amat bergantung kepadanya saat ini, minimal memastikan satu tiket di babak perempat final Piala Menpora.

Hasil imbang 1-1 kontra tim kuat Bali United, bisa menjadi bahan evaluasi Alberts untuk apa yang lebih bisa dilakukan oleh timnya menghadapi Persita. Persib Bandung sebagai tim bertabur bintang, banyak belajar dari hasil imbang dengan Bali United, terutama saat susah payah mengalahkan Bali yang hanya bermain dengan 10 orang.

Berita Terkait  Kolaborasi BRI Agro-Payfazz Tingkatkan Layanan Digital

Di kubu Persita tidak dapat diremehkan begitu saja oleh Persib. Pendekar Cisadane boleh menyerah 1-3 dari Persiraja, namun Persita masih punya sosok Widodo C. Putro yang sudah diperhitungkan sebagai pelatih hebat Indonesia.

Sama halnya dengan Alberts, Widodo bakal banyak belajar dari kekalahan timnya dari Persiraja. Saat itu, Persita bahkan sudah tertinggal tiga gol oleh lawan hanya dalam kurun waktu 45 menit. Tangan dingin Widodo bisa membuat Persita bangkit dan menghidupkan peluang dalam persaingan di grup D.

Sejak awal turnamen ini ia ingin lebih memaksimalkan potensi para pemain mudanya. Bahkan di timnya tidak ada pemain asing. Itulah yang akan menjadi kekuatan tersembunyi dari Persita.

Satu di antara bahan evaluasi dari hasil laga pertama adalah begitu mudahnya lawan mencetak gol ke gawang timnya. Kebobolan tiga gol jelas menjadi pertanyaan besar bagi kekompakan lini belakang Persita.

Widodo bakal membuat anak asuhnya untuk kembali tampil lepas dengan mengandalkan seluruh potensi pemain mudanya. Widodo juga dikenal dengan gaya permainan cepat, seperti saat ia masih aktif sebagai pemain dan terlihat ketika meladeni Persiraja.

Dengan bermain dalam tempo cepat, para pemain mudanya bisa mengejutkan Persib. Bukan tidak mungkin Persita di bawah tangan dinginnya mampu membuat Persib kewalahan.(bola.com)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *