Hubungan Bilateral Indonesia dengan PEA Semakin Erat

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Penamaan jalan layang di tengah Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan nama Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) menunjukkan kedekatan hubungan antara Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab (PEA).

Setelah sebelumnya pemerintah PEA menamai sebuah ruas jalan protokol di Abu Dhabi dengan nama Presiden Jokowi, sekarang gantian pemerintah Indonesia melakukan hal serupa untuk putra mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ).

Hubungan bilateral Indonesia dengan PEA di era Presiden Jokowi memang kian erat. Kedua negara sama-sama merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim yang rajin mempromosikan nilai-nilai Islam moderat dan toleransi di dunia internasional.

Memasuki 45 tahun dari kerja samanya, kedua negara sepakat untuk memperdalam kerja sama di bidang pembangunan infrastruktu, energi terbarukan, perubahan iklim, dan ketahanan pangan.

Dari sisi ekonomi, hubungan keduanya juga makin intensif. BKPM RI mencatat realisasi investasi PEA di Indonesia pada tahun 2019 (sebelum pandemi) adalah sebesar US$ 68 miliar, naik signifikan dibanding tahun 2015 yang sebesar US$ 19 miliar.

Sementara data BPS yang diolah Kemendag menunjukkan nilai perdagangan kedua negara di tahun 2019 adalah US$ 3,7 miliar, naik dibandingkan tahun 2016 yang sebesar US$ 2,9 miliar. Meski sempat turun di tahun 2020 akibat pandemi, namun penurunannya jauh lebih kecil dibanding negara lainnya.

Pada Januari 2020 lalu, Presiden Jokowi dan Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) bertemu dan menyepakati investasi PEA di Indonesia dengan nilai US$ 22,89 miliar atau setara kurang lebih Rp 300 triliun.

Di antara proyek yang digarap adalah kilang Cilacap antara PT Pertamina (Persero) dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), proyek kilang Pertamina dengan Mubadala Investment Company, pembangunan pelabuhan di Gresik antara PT Maspion dengan Dubai Ports (DP) World, dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Cirata, Jawa Barat (Jabar).

Berita Terkait  Hasil dan Klasemen Liga Italia: Duo Milan Tumbang, Juventus Bangkit

Kemudian pada tanggal 23 Maret 2021, PEA mengumumkan akan menggelontorkan investasi sebesar US$ 10 miliar atau setara Rp144 triliun untuk ditempatkan di sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang dinamai Indonesia Investment Authority (INA).

Investasi ini merupakan arahan langsung dari MBZ yang juga merupakan putra mahkota sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA.

Pada saat pandemi Covid-19 menerpa seluruh dunia, PEA adalah salah satu negara yang paling awal mengulurkan bantuan kepada Indonesia.

Di bulan April 2020 ketika banyak negara mengalami kelangkaan peralatan medis, PEA mengirimkan bantuan berupa alat pelindung diri (ADP), masker, sarung tangan, dan hand sanitizer untuk Indonesia senilai Rp 11,5 miliar.

Bantuan tersebut diangkut dengan pesawat Etihad yang sekaligus mengangkut produk-produk pertanian yang dibeli oleh PEA dari petani Indonesia.

Peresmian nama Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2020 lalu. Jalan tersebut terletak di lokasi yang strategis, yaitu ruas jalan utama yang membelah Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor perwakilan diplomatik. Sebelumnya jalan tersebut bernama Al Ma’arid Street (Jalan Pameran).

Sebagai timbal balik, pemerintah Indonesia menamai jalan layang di tengah Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan nama Sheikh Mohammed bin Zayed. Persemian dilakukan hari Senin tanggal 12 April 2021 oleh Mensesneg dan Menteri PUPR.

Dalam hubungan antar-negara, resiprositas atau hubungan timbal balik merupakan praktik yang lazim dilakukan sebagai bentuk tata krama diplomatik. Sementara itu, apabila ditilik dari sejarah, penamaan jalan dengan nama tokoh asing telah lazim dilakukan.

Di Rangkas Bitung, Banten, misalnya, ada nama Multatuli yang merupakan tokoh Belanda. Begitu juga nama Jalan Patrice Lumumba di Jakarta, Louis Pasteur di Bandung, dan Jawaharlal Nehru di Medan.

Berita Terkait  100 Dokter Meninggal Dunia, IDI bersama Pemerintah Dukung Penuh Garda Terdepan Penanganan Covid

Sebaliknya, tokoh-tokoh Indonesia juga menjadi nama jalan di negara-negara lain. Sebut saja misalnya Soekarno yang menjadi nama jalan di Maroko, Mesir, dan Pakistan. Lalu ada juga Mohammad Hatta, RA Kartini, Sjahrir, dan Munir yang namanya diabadikan menjadi nama jalan di Belanda.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *