PN Jaksel Panggil Anak ‘Raja Minyak’ Indonesia

  • Bagikan
Ilustrasi/Istock

JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel) memanggil Muhamad Kerry Adrianto dalam persidangan yang akan berlangsung pada Kamis (15/4) pukul 15.00 WIB. Kerry adalah putra sulung pengusaha nasional Mohammad Riza Chalid atau yang lebih dikenal media sebagai ‘Raja Minyak’ alias The Gasoline Godfather-nya Indonesia.

Pada 2015 lalu, salah satu perusahaan Kerry sempat tersangkut dalam polemik kasus ‘Papa Minta Saham’ yang melibatkan mantan ketua DPR Setya Novanto dalam proses pembelian saham PT Freeport Indonesia oleh pemerintah. Nama Kerry kembali mencuat di tahun 2020 setelah perusahaan miliknya, PT GAP Capital, menjadi salah satu dari 13 tersangka perusahaan manajer investasi dalam kasus yang merugikan keuangan negara mencapai Rp 12 triliun tersebut.

Humas PN Jakarta Selatan Haruno membenarkan bahwa Kerry dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi siang ini. Namun, dia membantah Kerry dipanggil terkait kasus Jiwasraya. “Sepertinya bukan (Jiwasraya). Tapi, benar hari ini sidangnya dan masih saksi-saksi dari JPU,” ujar Haruno di Jakarta, Kamis (15/4).

Mengenai detail kasus dan saksi-saksi lain, Haruno menyerahkan hal itu kepada Jaksa Penuntut Umum. Dia hanya menjelaskan, Kerry dipanggil sebagai saksi pelapor atas kasus sengketa pidana di salah satu perusahaan. “Kalau masalah siapa saksi yang akan dihadirkan adalah terserah JPU,” ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, tersangka utama kasus Jiwasraya, Benny Tjokro menantang aparat hukum agar berani mengusut peran seluruh emiten saham dalam kasus Jiwasraya. “Berarti masih ada sisa 122 emiten lainnya. Kenapa itu tidak diaudit juga? Jadi jangan capnya hanya dua emiten saja, masih ada 122 emiten lainnya,” ujar pengacara Benny Tjokro, Bob Hasan.

Sebelumnya, nama Kerry juga sempat dilaporkan Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) ke KPK pada Oktober 2020 terkait pengelolaan gas di Bekasi yang diduga merugikan negara. Hingga saat ini, KPK belum memberikan keterangan resmi hasil tindak lanjut dari laporan Kompak tersebut.

Berita Terkait  Depok Perpanjangan PSBB Proposional Bioskop dan Wisata Alam Dibolehkan Buka
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *