Kawah Sileri Dieng Erupsi, Lontarkan Lumpur dan Batu Hingga 400 m

  • Bagikan
Kawah Sileri/Istimewa

INDONESIAUPDATE.ID – Kawah Sileri di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengalami erupsi freatik pada Kamis (29/4) pukul 18.25 WIB. Tingkat aktivitas Gunung Dieng saat ini masih berada pada level I atau normal.

Berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, erupsi tersebut menghasilkan lontaran material 400 meter ke arah selatan berupa material batuan sejauh 200 meter dan lumpur hingga 400 meter.

Kemudian ke arah timur berupa material batuan sejauh 200 meter dan lumpur hingga 300 meter, serta ke arah barat 200 meter berupa lumpur.

“Tinggi lontaran lumpur tidak teramati karena terjadi malam hari,” kata Kepala PVMBG Andiani dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4).

Berdasarkan kegempaan, lanjut Andiani, jumlah dan jenis gempa yang terekam pada 29 April sebanyak satu kali gempa letusan pada pukul 18.25 WIB dengan amplitudo maksimum 42,7 mm dan lama gempa 108,15 detik.

“Erupsi yang terjadi bersifat freatik, tidak didahului oleh kenaikan gempa-gempa vulkanik yang signifikan, menandakan tidak adanya suplai magma ke permukaan,” ujar Andiani.

Menurut Andiani, erupsi yang terjadi pada 29 April ini lebih diakibatkan over pressure dan aktivitas permukaan.

Selain itu, erupsi hanya berlangsung singkat, tidak diikuti kenaikan kegempaan dan perubahan visual yang mengarah pada rangkaian erupsi lebih besar.

Meski demikian, Andiani menyatakan ada potensi bahaya erupsi freatik ini mengingat sifat dan karakter erupsi Gunung Dieng yang masih bisa terjadi dengan tidak didahului peningkatan aktivitas visual ataupun kegempaan.

“Potensi ancaman bahaya berupa semburan material batuan dan lumpur di sekitar kawah,” ucapnya.

Andiani melanjutkan, aktivitas vulkanik Gunung Dieng, khususnya Kawah Sileri pascaerupsi freatik, baik secara visual maupun instrumental, tidak teramati adanya gejala perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan potensi ancaman bahaya.

Berita Terkait  Viral Acungkan Senjata ke Pengendara Motor, Pengemudi Fortuner Jadi Tersangka

Selain itu, sebaran material erupsi 29 April masih pada radius kawasan rawan bencana yang direkomendasikan.

“Untuk saat ini diimbau untuk tidak memasuki area kawah Sileri dengan radius 500 meter dari bibir kawah Sileri,” ungkap Andiani.

Adapun tingkat aktivitas Gunung Dieng adalah level I atau normal sejak 2 Oktober 2017. Erupsi freatik terakhir terjadi pada 1 April 2018.

PVMBG juga merekomendasikan agar dalam tingkat aktivitas level, masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada radius 500 meter dari bibir kawah, serta tidak beraktivitas di sekitar Kawah Timbang untuk menghindari ancaman gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa. (cnnindonesia)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *