Sumbar dan Aceh Diguncang Gempa Hari Ini

  • Bagikan
ilustrasi. shutterstock

INDONESIAUPDATE.ID – Gempa bumi terjadi di dua daerah di Indonesia hari ini. Gempa terkini mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat dan juga Sabang.

Berikut update gempa terkini hari ini:

Gempa Sumbar

Gempa terkini berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar). Gempa terjadi sekitar pukul 00.46 WIB.

“35 Km tenggara Tua Pejat-Sumbar,” tulis BMKG diakun resmi Twitter-nya @infobmkg, Senin (3/5/2021).

Titik gempa berada di kedalaman 29 Km dengan titik koordinat berada di 2.34 lintang selatan dan 99.66 bujur timur. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Belum diketahui ada tidaknya kerusakan fasilitas dan korban jiwa akibat gempa ini.

Gempa Aceh

Gempa terkini berkekuatan magnitudo (M) 4,8 mengguncang Sabang, Aceh. Gempa juga terasa hingga ke wilayah Banda Aceh.

“Pusat gempa berada di laut 94 Km barat daya Kota Sabang,” tulis BMKG diakun resmi Twitter-nya @infobmkg, Senin (3/5/2021).

Gempa berada di kedalaman 49 Km pada pukul 03.49 WIB. Titik koordinat gempa berada di 5.43 lintang utara dan 94.60 bujur timur.

Gempa terkini yang dirasakan hingga ke Banda Aceh berada di skala IV MMI. Skala IV MMI adalah gempa yang dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Belum diketahui ada tidaknya kerusakan dan korban jiwa dari gempa ini.

Selain dua gempa terkini yang terjadi hari ini, Gunung Merapi juga mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang menyebabkan gempa guguran. Berikut kabarnya.

Gunung Merapi

Peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Merapi terjadi pada hari ini. Tercatat dalam periode pengamatan per 6 jam, terpantau ada 3 kali awan panas.

Berita Terkait  Pakar Hukum Pidana Korupsi: KPK Layak Tetapkan Azis Syamsuddin sebagai Tersangka

Dalam 6 jam, tercatat gempa guguran sebanyak 34 kali, hembusan 2 kali, fase banyak 4 kali dan 1 kali gempa vulkanik dangkal.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaakan awan panas terjadi pada pukul 00.52 WIB, 03.45 WIB, dan 04.30 WIB. Awan panas tercatat dengan amplitudo 36 hingga 50 milimeter dan durasi 133 hingga 144 detik.

Menurut Hanik, dalam periode yang sama terpantau juga guguran lava pijar. “Teramati 8 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya,” jelasnya.

“Status Merapi masih di tingkat Siaga (Level III),” tegasnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. (detik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *