Apresiasi Pemprov DKI, JARI ABW: Larangan Ziarah Kubur Harus Dilihat Menyeluruh

  • Bagikan
Ketua Umum JARI ABW, Abdul Salim

INDONESIAUPDATE.ID – Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan aturan kebijakan menyelamatkan warga Jakarta dari Covid-19 selama Lebaran Idul Fitri 2021. Ketua Umum JARI ABW Abdul Salim mengapresiasi kebijakan tersebut.

Salah satunya termasuk larangan ziarah yang mana kebijakan tersebut harus dilihat secara menyeluruh.

“Alhamdulillah warga memahami aturan pengendalian penyebaran Covid-19 di saat Lebaran, termasuk berziarah,” kata Abdul Salim.

Lebih lanjut Salim mengatakan, aturan tersebut harus dilihat secara menyeluruh. Sebab, larangan tersebut tidak hanya ziarah kubur.

Tetapi juga aturan lainnya seperti pengaturan shalat Ied, takbir keliling, tempat wisata dan lain sebagainya.

Dia mengatakan ada pun enam poin seruan yang dibuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

1. Meminta setiap orang memakai masker, menjaga jarak aman dan tidak membuat atau menghadiri kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

2. Anies meminta memprioritaskan untuk tetap berada di rumah dan dianjurkan tidak melakukan kegiatan saling mengunjungi di dalam wilayah yang sama atau lintas wilayah baik skala kampung, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

3. Setiap Individu dan masyarakat diminta menjalankan rangkaian kegiatan perayaan Idul Fitri dengan ketentuan:

a. Melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing. Bagi yang yang melaksanakan di luar rumah untuk dilakukan di lapangan atau ruang terbuka setempat.
Anies meminta warganya untuk tidak melaksanakan shalat Idul Fitri di lokasi yang jauh dari rumah.

Bagi yang melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid harus dipastikan kapasitas tidak lebih dari 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

b. Menghindari kegiatan yang menyebabkan kerumunan sehingga acara open house atau halalbihalal ditiadakan dan dianjurkan dilakukan secara virtual.

c. Malam takbiran dilakukan secara virtual dan pelaksanaan di masjid dilakukan secara terbatas dengan kapasitas 10 persen dari kapasitas masjid.

Berita Terkait  Anies Baswedan Minta Kampanye Pencegahan Covid-19 Gunakan Toa

d. Melakukan kegiatan pengumpulan zakat infak dan shadaqah (ZIS) dan zakat fitrah dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sedangkan untuk penyalurannya diminta secara langsung diantarkan ke penerima tanpa mengumpulkan penerima terlebih dahulu.

e. Meniadakan kegiatan ziarah kubur untuk menghindari potensi kerumunan peziarah dalam waktu yang bersamaan.

Tempat Pemakaman Umum (TPU) akan ditutup sementara untuk para peziarah selama 12-16 Mei kecuali untuk prosesi pemakaman.

4. Pelaku usaha pengelola pusat perbelanjaan atau mal, warung makan, kafe, restoran dan bioskop dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Pengelola juga wajib membatasi kapasitas jumlah pengunjung paling banyak 50 persen. Untuk di lokasi zona merah dan oranye, seluruh aktivitas operasional dihentikan sementara.

5. Pengelola kawasan wisata atau tempat rekreasi menerapkan batasan jam operasional pukul 21.00 WIB dan membatasi pengunjung 30 persen dari total kapasitas.

Sama seperti pusat perbelanjaan, tempat rekreasi yang berada di zona oranye atau merah ditutup untuk sementara.

6. Anies meminta semua orang mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dan penegakan yang dilakukan oleh aparat berwenang. (HDK)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *