Kejari Tangsel Buru Pelaku Korupsi Dana Koni

  • Bagikan
Ilustrasi/Pixabay

INDONESIAUPDATE.ID – Kasus tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih terus bergulir.

Bergulirnya kasus tindak pidana korupsi tersebut tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru yang bakal dihadirkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel.

“Sepanjang alat bukti terpenuhi. Kami penyidik ini tentu pegangannya adalah alat bukti, terpenuhi alat bukti, siapa yang terlibat dan terkait di situ ya kita tindak lanjuti,” kata Kepala Kejari Kota Tangsel, Aliansyah, Kamis (17/6/2021).

Aliansyah menuturkan, saat ini puhaknya terus melakukan penyidikan kasus terhadap tersangka maupun sejumlah saksi terkait.

Menurutnya, saksi yang diperiksa pihaknya tersebut terdapat dari segala unsur yang terkait tak terkecuali Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel.

“Penyidik kita masih bekerja dalam pemberkasan saksi-saksi. Mudah-mudahan kita bisa menemukan fakta itu,” ungkapnya.

Diwartakan sebelumnya, Kejari Kota Tangsel tetapkan satu tersangka baru kasus tindak pidana korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel.

Aliansyah mengatakan tersangka baru yang ditetapkan pihaknya bernama Rita Juwita (RJ).

“Lalu tim penyidik melakukan pengembangan kasus ini sehingga pada hari ini kita juga menetapkan satu tersangka lagi pada kasus tindak pidana korupsi dana hibah KONI tahun 2019 inisialnya RJ, menjabat sebagai Ketua KONI Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Aliansyah menuturkan penetapan tersangka kepada Ketua KONI Kota Tangsel tersebut usai pihaknya mendapati sejumlah bukti dari tersangka Suharyo selaku Bendahara Umum.

Sedangkan, Suharyo terlebih dahulu telah ditetapkan pihaknya sebagai tersangka dana hibah KONI Kota Tangsel pada Jumat, 4 Juni 2021.

“Pengembangan penyidikan perkara atas nama tersangka Bendahara KONI, Pak Suharyo yang sama-sama kita ketahui pada Hari Jumat tanggal 4 Juni 2021 kemarin kita tetapkan sebagai tersangka,” jelas Aliansyah.

Berita Terkait  Operasi Lintas Jaya 2021, Anies Harap Tumbuhkan Budaya Tertib Lalu Lintas

Adapun pihaknya mengungkap akibat tindak pidana korupsi dana hibah KONI Kota Tangsel tersebut merugikan megara senilai Rp 1.122.537.028.

Aliansyah menuturkan tersangka Rita berperan memanipulasi laporan pertanggungjawaban dana hibah KONI Kota Tangsel.

Menurutnya, kedua tersangka yang telah ditahan pihaknya berperan sama dalam memanipulasi laporan pertanggungjawaban.

“Jadi modusnya sama yakni memanipulasi terhadap laporan pertanggungjawaban dana hibah KONI Tangerang Selatan tahun 2019 yang mengakibatkan kerugian negara Rp 1,1 miliar lebih berdasarkan penghitungan kerugian negara oleh Inspekorat Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.

Adapun pihaknya mengatakan alasan penahanan Rita untuk menghindari tersangka dalam menghapus sejumlah alat bukti maupun melarikan diri.

“Kita sudah melakukan analisa bahwa penahanan ini dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana dan melarikan diri,” jelasnya.

Di sisi lain, tersangka Rita ditahan sementara waktu di Lapas Wanita Kelas IIA Tangerang.

“Pada tersangka RJ ini kita lakukan penahanan hari ini selama  20 hari tahanan tingkat penyidikan, mulai hari ini sampai 20 hari ke depan. Ditahan di Lapas Wanita Tangerang,” pungkasnya.  (Wartakota)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *