Kawin Kontrak Dilarang, Omzet Masakan Khas Arab Anjlok

  • Bagikan
Ilustrasi/Pixabay

INDONESIAUPDATE.ID – Kumpulan toko, kafe, hingga restoran khas Arab begitu lekat dengan kawasan Cipanas, Cianjur. Kini, semua itu sekarat karena pelanggannya, turis Arab yang jadi pelaku kawin kontrak tak juga datang.

Pandemi Covid-19 membuat banyak negara menutup perbatasan dan memperketat syarat penerbangan ke luar negeri. Ini juga mempengaruhi turis Arab yang berasal dari Timur Tengah dan masuk ke Indonesia.

Nah, salah satu destinasi favorit turis Arab itu ke Cipanas yang memiliki hawa sejuk. Selama tinggal di Indonesia, mereka makan di rumah atau pun kalau makan di luar, mereka mencari santapan yang sudah akrab dengan lidah mereka. Bahkan, bagi turis Arab yang melakukan kawin kontrak dengan perempuan-perempuan warga lokal Cipanas.

Ya, menurut pengakuan dua perempuan pelaku kawin kontrak, suami mereka yang berasal dari Arab, kerap makan di luar, ke restoran yang bercita rasa Arab.

“Kalau keluar rumah biasanya sih ke restoran Arab, beli makanan Arab gitu. Kadang juga liburan dan ke pasar buat beli bahan makan,” kata bekas pengantin wanita yang ditemui detikcom tanpa mau menyebut namanya beberapa waktu lalu di Cipanas, Cianjur.

“Aku kawin kontrak selama seminggu dan selama itu jarang keluar karena sering masak di rumah. Kalau keluar naik mobil dan di antar sopir ke pasar atau restoran Arab,” dia menambahkan.

Restoran arab tutup setahun karena pandemi
Pandemi Corona membuat destinasi wisata kuliner restoran Arab juga toko-toko lain berbau Arab gulung tikar. Salah satu yang begitu terkena dampak adalah Restoran Magadir, Cipanas, Cianjur.

Mereka baru buka sekitar dua bulan ke belakang. Ketiadaan turis Arab yang berstereotip melakukan kawin kontrak di Cipanas sangat dirasakan oleh pelaku usaha ini.

Berita Terkait  Harga Gas Bumi Kompetitif, Sektor Industri Bergairah

“Baru buka 2duabulanan ini. Iya benar memang banyak pengunjung dari Arab ke sini dulu sebelum pandemi,” kata salah satu pegawai restoran bernuansa arab itu.

“Kebanyakan dari orang Arab itu datang berkelompok,” dia menambahkan.

Restoran Magadir menyediakan menu serba Arab, dimulai dari nasi biryani hingga mandi bertabur daging sapi hingga kambing. Minumannya pun demikian, senada khas Arab.

Tak hanya itu, restoran khas Arab ini juga menyediakan tur travel. Namun, pandemi datang dan membuatnya sepi tak beroperasi lagi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *