Benny susetyo : Tinggalkan Budaya Kematian, Mari Penuhi Ruang Publik Dengan Konten Positif

  • Bagikan
ilustrasi pekerja. shutterstock

INDONESIAUPDATE.ID –  Prajaniti Hindu Indonesia mempersembahkan Dialog Kebangsaan Prajaniti dengan tema “Menangkal Radikalisme dan Sebaran Berita Hoaks di Era Keterbukaan Informasi” (10/07/2021). Acara yang dilaksanakan secara daring tersebut dihadiri oleh para narasumber antara lain Gede Narayana, Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Antonius Benny Susetyo (Stafsus Ketua Dewan Pengarah BPIP), Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A (Deputi Bidang Kepemudaan Kemenpora RI) Dan Brigjen Pol R. Ahmad Nurwahid, Se., Mm (Direktur Pencegahan Terorisme BNPT RI).

Acara ini dibuka oleh Ketua Umum Prajaniti Indonesia K.R Arsana yang dalam sambutannya menyatakan bahwa “Dialog kebangsaan Prajaniti bertujuan untuk menujukkan Komitmen dari DPP Prajaniti untuk memperkuat persatuan dan Kesatuan berdasarkan Pancasila yang memiliki Etika, menghargai perbedaan dan berani melawan hal hal negatif yang sekarang merajalela di masyarakat seperti berita bohong dan radikalisme ”

Ida Ayu Prasasti sebagai Moderator memberikan Prolog diskusi dengan menyatakan bahwa Perkembangan Tehnologi Di Indonesia sangat cepat , ini dapat menjadi potensi maupun tantangan, tujuan dari diskusi ini adalah bagaimana caranya mengefektikan potensi tanpa terjebak pada akibat negative seperti Hoax dan Radikalisme.

Pembicara Pertama Gede Narayana Ketua Komisi Informasi Pusat RI, memaparkan bahwa dalam memandang wawasan nusantara tidak boleh lepas dari 4 pilar kebangsaan yaitu PANCASILA,NKRI,UUD 1945 DAN BHINEKA TUNGGAL IKA. Bingkai ini adalah kerangka kerja kita dalam menghadapi tantangan dalam usaha memajukan bangsa Indonesia dan menghadapi tantangan serta hambatan dalam usaha mensejahterakan rakyat. Fase demokrasi Indonesia saat ini sedang mengalami era keterbukaan informasi. keterbukaan informasi terkait Kinerja Pemerintah dibutuhkan agar dapat menjaga kepercayaan Publik, jika setiap kegiatan laporannya dapat diakses dan dapat dipertanggungjawabkan maka rasa kepercayaan masyarakat dapat terjaga dan dapat menjaga Stabilitas Negara.

Berita Terkait  Mulai 1 April Bandara Akan Sediakan Tes GeNose

Lebih lanjut Gede Narayana menyatakan bahwa Keterbukaan informasi juga dapat membantu masyarakat meraih kesejahteraan,menambah pengetahuan dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan . Namun tidak dapat dipungkiri Hoaks dan Radikalisme akan ikut masuk bersama Informasi yang masuk . Maka dengan empat Pilar sebagai pagar diharapkan kita semua dapat menjaga komitmen untuk tidak membagi hal hal negative yang dapat mengancam kehidupan bangsa dan Negara, lakukan transfer ilmu dan edukasi terus menerus kepada publik , saring dahulu sebelum sharing.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Antonius Benny Susetyo memulai paparan dengan keprihatinan bahwa di era digitalisasi dimana Negara dan bangsa Lain bergerak Maju, Indonesia masih saja terbenam dalam konflik yang tersebar dalam konten media social, maka kita harus dapat merebut ruang publik dari pihak pihak yang memaksakan ideology dan anti inklusifitas.kita harus dapat memenuhi ruang publik dengan konten positif yang menguatkan,mencerdaskan dan meneduhkan

Era yang bergerak cepat juga menimbulkan potensi kesalahan dan kekeliruan konten yang berujung pada kesesatan informasi, maka kita perlu menjaga diri kita dengan pendidikan narasi dan pendidikan kritis agar paham mengenai akibat yang didapat akibat mengeshare sesuatu,perlu diketahui bahwa komunikasi tidak hanya sekedar transfer informasi tetapi pertukaran nilai nilai kehidupan.pertukaran ini bisa berfungsi baik maupun buruk karenanya kita harus membangun budaya kuat untuk menghadapi tantangan terkait tehnologi informasi, hingga , energi yang dimiliki tidak habis untuk merespons isu dan kita dapat bergerak maju dan meninggalkan konflik.

kita juga harus senantiasa memiliki literasi tinggi dan nalar kritis agar bisa menyaring berita berita yang bernuansa kebencian. sudah waktunya kita berinvestasi pada sistem pendidikan, karakter dan nilai karena tantangan kedepan Indonesia adalah kita harus membangun konsolidasi demokrasi dalam menghadapi covid tanpa melihat kepentingan sampingan sehingga tidak ada energi negatif yang menghabiskan stamina.

Berita Terkait  Sumbar dan Aceh Diguncang Gempa Hari Ini

Dengan latar belakang bangsa Indonesia yang beragam maka Pancasila adalah kesepakatan dan konsensus final milik bangsa Indonesia. sudah waktunya Ideologi milik kita ini diaktualisasikan dalam tindakan sebagai warga bangsa dan di tampilkan dalam setiap kebijakan yang dibuat oleh Negara , dan ditampilkan dalam ruang ruang publik , sudah saatnya kita sebagai Bangsa membuktikan bahwa Pancasila bukan sekedar lips service dan verbatim yang berhenti dalam jargon tanpa pembatinan dan pembumian lebih lanjut.

Isi ruang publik dengan tokoh tokoh inspiratif yang mendukung untuk bangsa Indonesia bergerak lebih maju,menjunjung persatuan,menjaga toleransi dan saling mencerdaskan, Sudah waktunya dengan spirit kegotong royongan dalam Pancasila kita membangun tata kehidupan baru berdasarkan tenggang rasa dan saling bantu, karena dengan bahu membahu, gotong royong dan sinergitas dari semua kelompok masyarakat diharapkan stabilitas dan keamanan negara ini dapat terjaga.

“Sudah waktunya kita tinggalkan kebudayaan kematian, berita bohong dan hal hal yang menuju pada kehancuran. Isi Ruang Publik dengan Berita positif dan membangun , agar Pancasila sebagai dasar Negara tidak hanya menjadi jargon semata tetapi sungguh sungguh dapat dibumikan,” Ujar Benny menutup paparannya

Brigjen Pol R. Ahmad Nurwahid, Se., Mm menyatakan sebagai bangsa yang Plural sudah naturalnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang terbuka , hal inilah yang dimanfaatkan oleh organisasi organisasi Ideologi Transnasional dengan menyebarkan konten konten radikal dibungkus dengan politik identitas khususnya agama.yang perlu dilakukan untuk menghindari ini adalah dengan deradikalisasi yaitu dengan mengembalikan ruang publik untuk diisi dengan konten konten bernilai kebangsaan,positif dan mengembalikan rasa saling percaya antar segala komponen bangsa Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *