Jelang PON XX Papua, Pelaksanaan Vaksinasi Dimasifkan

  • Bagikan
Pemerintah Kota Depok melaksanakan simulasi vaksin COVID-19 yang dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) untuk persiapan vaksinasi pada bulan November 2020.(Ahmad Fachry/WartaDepok.com)

INDONESIAUPDATE.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan, persiapan PON XX Papua yang akan digelar pada 2-15 Oktober mendatang berjalan baik dan sesuai progres.

Dia memastikan, semua atlet yang mengikuti PON XX Papua harus mendapatkan vaksin.

Ia meyakinkan, vaksin Covid-19 disegerakan dan dimasifkan untuk seluruh atlet dan kontingen serta masyarakat di sekitar venue. Bahkan, jumlah vaksinnya akan ditambah untuk Papua.

Namun ia belum bisa memastikan apakah untuk pertandingan akan disaksikan oleh penonton atau tidak. Namun dari segi keamanan, Kapolri dan Panglima TNI mendukung penuh.

Demikian dikatakan Amali selepas rapat terbatas (Ratas) persiapan PON XX bersama Presiden Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

Selain itu, Amali juga memaparkan persiapan lainnya, mulai dari kondisi atlet, infrastruktur, penyelenggaraan, hingga kesiapan panitia penyelenggara.

Dari sisi peralatan, yakni peralatan yang disiapkan Kemenpora untuk 26 cabang olahraga, disebutkan semua masih dalam proses.

Dipastikan akhir Agustus semua sudah ada di Papua dan terpasang. Sedangkan untuk 13 cabor yang pengadaannya dilakukan oleh APBD atau PB PON, semua juga berjalan baik.

Sementara itu, untuk Peparnas XVI akan digelar di dua tempat, yakni Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Lokasi Papernas sendiri akan menggunakan tempat di mana PON XX diselenggarakan. Ada 12 cabang olahraga dalam Papernas, dengan 1.935 atlet.

Menurut laporan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, persiapan atlet pelatihan daerah (pelatda) dari masing-masing daerah dalam kondisi baik. Atlet dari 33 provinsi yang tergabung dalam pelatda semua sudah divaksin.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kesempatan itu juga melaporkan pembangunan venue untuk menyambut gelaran tersebut berjalan sesuai dengan progres.

Berita Terkait  Pasca Penyerangan TNI di Papua Barat, GMKI Ajak Masyarakat Percaya Kinerja TNI-POLRI Menjelang PON

Basuki menjelaskan bahwa ada sebagian venue yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Papua, yakni Stadion Papua Bangkit untuk GOR acara pembukaan dan penutupan.

“Yang dikerjakan Kementerian PUPR ada delapan venue. Lima di antaranya sudah selesai 100 %, seperti aquatic, istora (untuk beberapa cabor), kriket, hoki outdoor dan indoor, trek olahraga bermotor di Merauke. Semua sudah diserahkan ke pemprov untuk pemeliharaan dan perawatannya. Venue sedang dikerjakan dan selesai akhir Juni (yakni) sepatu roda, panahan, dan dayung (95,8%),” kata Basuki.

Sedangkan pemerintah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura sedang berjibaku melakukan vaksin kepada warganya. Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyasar 227.849 jiwa dengan sasaran usia 18 tahun ke atas. Dan vaksinasi tahap ke tiga dengan sasaran anak usia 11–17 tahun sebanyak 42.411 jiwa.

“Total vaksinasi sampai 13 Juli, dosis pertama mencapai 29,1 persen, atau 78.573 orang. Pada dosis kedua, ada 12,8 persen atau sebanyak 34.558 orang. Sementara itu, stok vaksin di Kota Jayapura sebanyak 11.800 dosis,” kata Wali Kota Tomi Mano.

Hal yang sama juga dilakukan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw. Guna mempercepat langkah vaksinasi Covid-19, bupati mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada unsur Forkopimda, kepala instansi pemerintah, kepala instansi swasta maupun BUMN/BUMD, pemimpin jemaat masing-masing tempat ibadah, serta kepala distrik dan kelurahan/kampung se- Kabupaten Jayapura.

Dalam edaran itu, Pemkab Jayapura meminta masyarakat wajib melakukan vaksin, khususnya di Distrik Sentani, Distrik Sentani Timur, dan Distrik Waibhu. Ketiga Distrik itu diprioritaskan lantaran akan menjadi tempat pelaksanaan PON XX-2021 pada Oktober mendatang.

“Jadi semua masyarakat di tiga distrik itu diwajibkan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Karena PON XX akan berlangsung di daerah mereka,” kata Mathius.

Berita Terkait  Indonesia Berpotensi jadi Pemain Utama Mobil Listrik

Menurut Bupati Mathius, tiga daerah ini harus lebih dulu terbebas dari Covid-19. Apalagi salah satu distrik, yakni Sentani, tercatat memiliki penduduk terbanyak di Kabupaten Jayapura.

“Tentu kami harapkan vaksinasi massal yang digelar oleh Pemkab Jayapura di kantor bupati yang bisa mencakup jumlah penduduk sampai 60 hingga 70 persen,” tambahnya.

Jumlah yang digerakkan minimal 200 sampai 250 orang per hari dengan tetap memperhatikan pertimbangan ketersediaan vaksin.

Menurut catatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Chaerul Lie, saat ini telah tervaksinasi 25.651 untuk dosis pertama, dan 11. 609 untuk dosis kedua. “Target kita September selesai vaksinasi untuk masyarakat di sekitar venue,” tegasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *