INDONESIAUPDATE.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong mahasiswa agar menjadi agen kebangkitan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Dalam webinar “YES Goes to Campuss IAIN Syaikh Abdurahman Siddik Bangka Belitung”, Sabtu (24/7/2021), Sandiaga mengatakan pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Di mana ada penurunan devisa di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif hingga 85 persen dan ada lebih dari 500 ribu pelaku pariwisata serta 400 ribu pelaku ekonomi kreatif yang kehilangan lapangan kerja.
“Oleh karena itu kita tidak hanya harus bertahan, tapi kita juga harus mencari peluang dan jadi pemenang. Kita harus menyesuaikan diri untuk menciptakan peluang-peluang baru,” kata Sandiaga.
Sehingga, lanjut Sandiaga, ia mendorong mahasiswa sebagai generasi penerus dan agen perubahan untuk ikut berperan aktif menggerakkan perekonomian di masa yang akan datang.
“Ayo ajak teman-teman agar berperan aktif dalam pemulihan ekonomi. Mari kita berbenah diri dan meningkatkan skill karena COVID-19 ini memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan dengan upskilling dan reskillng,” ungkap Sandiaga.
Ia mengungkapkan, Kemenparekraf/Baparekraf siap bekerja sama dengan IAIN Syaikh Abdurahman Siddik Bangka Belitung untuk menciptakan percepatan peningkatan keterampilan. Sehingga, mahasiswa dapat menciptakan konten-konten yang kreatif.
“Dengan adanya konten-konten kreatif ini, diharapkan dapat mendorong kemampuan kita untuk bertahan, berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi. Saya yakin semangat kreativitas, semangat kolaborasi akan memberikan dampak yang positif bagi potensi generasi milenial khususnya di IAIN Syaikh Abdurahman Siddik,” ujar Sandiaga.
Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, menambahkan pilar utama ekosistem ekonomi kreatif adalah sumber daya manusia.
“Kreativitas itu tanpa batas dan ada 17 sektor ekonomi kreatif yang mudah sekali diakses dan banyak sekali yang dapat kita lakukan terutama dalam masa adaptasi terakselerasi dalam transformasi digital,” ucap Neil.











