Warga di empat pulau tersebut diajak untuk naik ke dek KRI Teluk Youtefa 522 dengan menggunakan Landing Craft Personel Vehicle (LCPV) dan Rigid Inflatable Boat (RIB) KRI Youtefa 522, didukung sekoci komandan, sekoci karet KRI Teluk Manado 537, dan KRI Teluk Hading 538. Sebagian ada juga yang memakai kapal milik Pemda Kepulauan Seribu dan milik nelayan setempat.

KRI Teluk Youtefa 522 memang dipusatkan menjadi sentra vaksinasi gratis bagi masyarakat pesisir DKI Jakarta tersebut. Awalnya, satgas vaksinasi sudah turun ke darat untuk memvaksin warga Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, namun sebagian warga kedua pulau yang cukup banyak penduduknya itu meminta kepada pihak pemerintahnya agar divaksin di KRI Teluk Youtefa 522. Akhirnya para lansia, remaja, dan anak yang awalnya ragu disuntik vaksin menjadi bersemangat ketika mau divaksin di atas dek kapal perang terbaru TNI-AL, KRI Teluk Youtefa 522.

“Kami ingin merasakan naik kapal perang, rasanya bangga bisa naik kapal perang. Makanya mumpung sedang ada kegiatan vaksin TNI-AL, kesempatan untuk naik kapal perang. Sekalian wisata gratis,” tukas Ridwan, remaja warga Pulau Kelapa, yang awalnya enggan divaksin.

Panglima Kolinlamil Laksda Arsyad Abdullah meninjau langsung serbuan vaksin maritim dengan on board di KRI Teluk Youtefa 522. Serbuan vaksinasi maritim di Kepulauan Seribu tersebut menargetkan 1.000 orang selama dua hari.

Berita Terkait  Wagub Jabar Apresiasi Antusiasme Warga Ikuti Vaksin

Dalam kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di tank dek KRI Teluk Youtefa 522 itu, TNI-AL menyiagakan 30 vaksinator dari Dinas Kesehatan Kolinlamil, Dinas Kesehatan Mabes TNI-AL, dibantu dari para mahasiswa Politeknik Kesehatan Hang Tuah Jakarta.

Ia mengatakan, sasaran vaksinasi secara kuantitatif bagi masyarakat pesisir yang masuk dalam wilayah binaan TNI-AL, meliputi kawasan pelabuhan di wilayah Jakarta Utara dan masyarakat pesisir utara Jakarta yang masuk dalam wilayah binaan potensi maritim TNI-AL.

Mayoritas warga Kepulauan Seribu yang melaksanakan vaksinasi pada umumnya adalah kaum nelayan, yang tentunya sering berada di luar rumah dan memiliki kerawanan tinggi terpapar Covid-19.

Kendala transportasi dan akses informasi membuat prajurit TNI-AL melakukan jemput bola di pulau-pulau terpencil. Seperti serbuan vaksinasi prajurit Armada III Sorong, Papua Barat ke Pulau Soop salah satu pulau terpencil di wilayah Sorong. Serbuan vaksinasi ini dilakukan agar warga Pulau Soop tidak disarankan ke Kota Sorong untuk melakukan vaksinasi. Pasalnya, kota tersebut masih dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Anggota Armada III Sorong bersama pengurus RT-RW setempat sampai harus berkeliling pulau memanggil warga dari rumah ke rumah untuk ikut vaksinasi. Warga juga dijemput menggunakan kendaraan roda tiga menuju tempat vaksinasi yang berjarak kurang lebih tujuh kilometer dari permukiman warga. Meski masih ada beberapa warga yang enggan disuntik, para prajurit TNI-AL dan pengurus warga Pulau Soop tak jemu-jemunya menyampaikan edukasi penanggulangan Covid-19 serta manfaat dari vaksinasi.

Percepatan Vaksinasi

Sejak 23 Juni 2021, TNI-AL menyasar vaksinasi Covid-19 di pelabuhan umum, pelabuhan perikanan, masyarakat pesisir, kampung-kampung bahari Nusantara, masyarakat di pulau-pulau terpencil, hingga pulau-pulau yang tidak terjangkau transportasi publik.

Berita Terkait  Ekspor Mebel di Masa Pandemi tetap Hasilkan Devisa

Langkah serbuan vaksinasi ini merupakan bagian dari dukungan TNI-AL terhadap upaya percepatan penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono sejak Juni lalu sudah memerintahkan jajaran TNI-AL terus menggelar kegiatan Serbuan Vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat maritim.

Setidaknya sampai minggu keempat lebih dari 200 titik se-Indonesia dilakukan serbuan vaksinasi maritim secara serentak oleh jajaran Lantamal, Koarmada, Lanal, Pasmar, maupun Kotama-Kotama TNI-AL. Mulai dari Lantamal Belawan, Lanal Batam, Pontianak, Surabaya, Sorong, sampai Lanal Biak. Kegiatan serbuan vaksinasi yang digelar ini untuk membantu pemerintah mencapai target vaksinasi 1 juta orang per hari.

TNI-AL mengerahkan seluruh sumber daya manusia dan peralatan yang memungkinkan untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19 hingga ke pulau-pulau terpencil dan terluar. Setidaknya ada 6.900 tenaga kesehatan RS TNI-AL, Dinkes Kolinlamil, Dinkes Lantamal, yang disiapkan ditambah dengan siswa-siswa sekolah kesehatan TNI-AL di Jakarta dan Surabaya. Tentu saja mereka menjalin kerja sama dengan tim kesehatan BUMN pelabuhan, jajaran dinkes setempat, dan swasta.

Program tersebut juga diiringi dengan pemberian bantuan sembako serta paket protokol kesehatan, khususnya bagi warga di pulau-pulau terpencil dan terluar.