Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujianto Terpilih Aklamasi Ketua Predigti

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Direktur Rumah Sakit Islam Banjarnegara, Dokter Agus Ujianto yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia Banjarnegara secara aklamasi terpilih dalam Musyawarah Nasional I Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Predikti), kemarin di Kantor Sekretariat PB IDI Jakarta.

Agus yang juga sebagai inisiator perhimpunan tersebut menganggap Predikti perlu ada sebagai jawaban tantangan perkembangan jaman. “Sekarang era digital, medis juga harus digitalisasi agar dunia kesehatan terus berkembang melalui digital telemedicine yang dikembangkan,”ujar Agus usai melakukan Deklarasi Predigti.

Predigti, diharapkan juga menjadi solusi minimnya tenaga kesehatan di daerah daerah terpencil melalui teknologi telemedicine. “Selain itu, juga untuk mengadvokasi dan melindungi profesi dokter – dokter di Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Umum PB IDI Dr. Daeng M Faqih, SH, MH yang hadir pada saat Munas I Predigti secara virtual mengatakan sangat mendukung adanya Predigti. “Ini sejalan beriringan dengan program pemerintah, jadi saya sangat mendukung,” katanya. Terlebih di era pandemi saat ini, pemanfaatan teknologi untuk layanan kesehatan (telemedicine) akan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Predigti diharapkan bisa memberikan rekomendasi berkaitan dengan telemedicine yang saat ini menjadi perhatian.

Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Menurut Daeng, mutu pelayanan kesehatan akan meningkat melalui telemedicine karena pasien dapat lebih intens, cepat, dan mudah dalam berkomunikasi dengan dokternya.

“Dengan digital ini, memungkinkan pelayanan kesehatan itu lebih baik, lebih intens berhubungan dengan dokter, lebih intim pasien berkomunikasi dengan dokter, lebih sering,” kata Daeng dalam diskusi publik bertajuk “Telemedicine untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan”, katanya.

Daeng mengatakan, keberlanjutan perawatan yang diberikan dokter juga akan lebih terjamin melalui teknologi telemedicine tersebut. Adanya Predigti diharapkan bisa mewujudkan hal tersebut.

“Dari awal dia periksa kemudian dia monitoring di rumah, kontrol, peminuman obat, perkembangan gejala dan lain-lain dengan teknologi ini bisa didorong sehingga mutu pelayanan akan menjadi baik.” kata Daeng.

Berita Terkait  Fakta dan Gejala Temuan Corona B117 di Karawang

Menurut dia, penerapan telemedicine juga akan membuka akses terhadap kesehatan menjadi lebar.

Contohnya, kegiatan operasi atau pembedahan menggunakan teknologi telesurgery yang akan meningkatkan mutu pelayanan bagi daerah-daerah yang selama ini kekurangan tenaga ahli.
(Istimewa)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *