Kenali Kusta Dan Cegah Stigma Kusta Melalui PKM ‘Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stigma Kusta Di Kelurahan Grogol Kota Depok’

  • Bagikan

Oleh: FIKES UPN Veteran Jakarta

INDONESIAUPDATE.ID – Kusta merupakan penyakit menular terkadang diidentikan dengan penyakit kutukan sehingga menimbulkan stigma di masyarakat. Stigma masyarakat timbul karena kurang pemahaman mengenai tanda kusta, fakta kusta, dan mitos.

Masalah terkait stigma masyarakat pada penderita kusta masih ditemui di wilayah Kerja Puskesmas Limo Depok, bentuk stigma yang timbul adalah penderita kusta yang tidak diterima dan tidak diberikan rasa hormat serta didiskualifikasi dari penerimaan sosial penuh.

Hal ini terkait dengan 1) cacat fisik; 2) noda karakter, seperti berhubungan dengan alkoholisme dan obat; atau 3) ras, bangsa, kelas sosial, seksualitas dan agama yang dianggap sebagai kelas dua oleh kelompok lain.

Stigma masyarakat yang buruk pada penderita kusta akan berdampak lebih lanjut berupa diskriminasi dan hambatan pengobatan terhadap penderita sehingga sulit tereliminasinya penyakit kusta ini di Indonesia.

Oleh sebab itu, penting penanaman ide (belief, attitude & value) yang mendorong perubahan perilaku sehingga pengetahuan dan persepsi masyarakat menjadi tepat tentang kusta dan penderitanya.

Berdasarkan hal tersebut, FIKES UPN Veteran Jakarta merasa penting melakukan pemberdayaan masyarakat dengan menggerakkan civitas akademis khususnya dosen agar berperan aktif di daerah binaan Kelurahan Grogol Depok.

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen FIKES UPN Veteran Jakarta adalah memberikan kemudahan akses informasi kepada masyarakat sehingga memperoleh pemahaman yang benar tentang kusta sehingga tercegah dari stigma.

Tim dosen yang bertanggungjawab yaitu: Ketua Ns. Diah Ratnawati, M.Kep., Sp. Kep. Kom. bersama dengan 2 anggotanya Ns. Tatiana Siregar, S. Kep., MM., M.Kep. dan Yuri Nurdiantami, S.Farm.,Apt., MPH.

Pelaksanaan program kemitraan/PKM dilakukan selama 3 hari dari tanggal 27 Agustus 2021 sampai dengan 28 Agustus 2021, diawali dengan sosialisasi, penyuluhan kesehatan secara daring, dan berakhir dengan pelatihan secara luring.
Proses kegiatan luring dapat terlaksana dengan perijinan dari Dinas Kesehatan Kota Depok, Kesebangpol Linmas, dan Lurah Grogol.

Berita Terkait  Pandemik Covid19 dan Narasi Mukjizat

Waktu untuk kegiatan pelatihan luring dimulai pkl. 13.00 WIB dan selesai pkl. 15.00 WIB melibatkan 26 orang yang terdiri dari kader kesehatan dan keluarga menaati protokol kesehatan dan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Perkantoran/PPKM level 3 dari pemerintah.

Bentuk kegiatannya berupa penyuluhan dan pelatihan perawatan mandiri pada kader dan keluarga tentang penyakit kusta, cegah stigma kusta, dan cegah kecacatan dengan penilaian tingkat kecacatan, penulisan pada formulir pencatatan pencegahan cacat, dan latihan untuk peningkatan sensorik serta motorik bagian mata maupun ekstremitas untuk mencegah kecacatan.

Kegiatan PKM ini menggunakan strategi promosi kesehatan sebagai upaya dalam mendorong individu dan masyarakat agar mampu mengendalikan faktor-faktor kesehatannya sehingga meningkat status kesehatan individu dan masyarakat tersebut.

Jadi hasil akhir dari PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat pada individu, keluarga, dan kelompok serta menciptakan lingkungan kondusif untuk memandirikan masyarakat agar mampu menerapkan upaya kesehatan sendiri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *