Solusi Bertahan untuk UMKM di Desa Sukakarya Megamendung di Tengah Pandemi Covid-19

  • Bagikan

Oleh: Ratna Khoirunnisa

INDONESIAUPDATE.ID – “Beralih ke online menjadi solusi terbaik bagi para pelaku UMKM untuk dapat bertahan dari pandemi Covid-19”, berangkat dari gagasan itulah yang mengantarkan dosen-dosen Program Studi Manufaktur, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta untuk melakukan pengabdian masyarakat ke Desa Sukakarya, Kec. Megamendung, Kab. Bogor.

Hal itu pun disambut baik oleh Kepala Desa Sukakarya, Bapak Hasan Sukandi, yang mengatakan bahwa masyarakat di Desa Sukakarya memiliki banyak potensi dalam menghasilkan suatu produk yang dapat dijual, hanya saja masyarakat masih terkendala dalam memasarkan produknya.

Produk-produk yang dihasilkan oleh warga Desa Sukakarya terbilang cukup menarik dan variatif, beberapa diantaranya adalah makanan seperti selai pisang, keripik bawang, keripik singkong.

Adapun produk kriya yang dihasilkan oleh warga Desa Sukakarya, seperti pajangan rumah yang terbuat dari bambu dan kayu, ada juga guci besar yang berbahan fiber, lalu masyarakat pun banyak yang memanfaatkan limbah sampah yang diolah menjadi kantong kertas yang ramah lingkungan.

Sayangnya produk-produk itu hanya berakhir di rumah, menurut Suwartini, salah satu pelaku UMKM yang sudah lebih dari 10 tahun berjualan selai pisang ini mengaku bahwa selama ini Ia hanya mampu berjualan kepada tetangganya saja.

Terlebih di masa pandemi covid-19 ini, banyak pelaku UMKM yang terdampak dengan menurunnya omset hingga 80%, sehingga mereka tidak memiliki modal kembali untuk melanjutkan usahanya.

Mendengar keresahan itu, dosen-dosen Prodi Manufaktur lantas menggandeng salah satu e-commerce besar di Indonesia, yakni platform Bukalapak, untuk sama-sama memberikan webinar gratis serta pelatihan untuk meningkatkan penjualan produk dengan mengenalkan metode berjualan online melalui e-commerce.

Kemudian, para pelaku UMKM pun diajarkan mengenai kiat-kiat berjualan online, dan peluang-peluang menjadi pengusaha yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Selain itu, teknik-teknik fotografi juga menjadi salah satu materi utama untuk meningkatkan daya jual produknya.

Berita Terkait  PSBB Ambyar

Mereka pun terlihat sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi pelatihan ini, terlebih warga juga dilibatkan langsung dalam sesi foto produknya masing-masing.

Salah satu alasan Siti Komariyah, pengrajin bambu, mengikuti pelatihan ini karena ingin lebih paham berjualan dengan metode online, karena selama ini kerajinan tangan yang Ia produksi hanya bisa dijual di daerah setempat saja.

Itulah mengapa Siti sangat berharap pelatihan seperti ini lebih diperbanyak lagi programnya, agar dapat membantu lebih banyak lagi UMKM di pelosok-pelosok desa.

Bapak Drs Mochammad Sholeh selaku Kepala Prodi Manufaktur dan Bapak Muslimin selaku Kepala Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta mengaku cukup senang dengan diadakannya pelatihan ini, beliau sama-sama berharap agar semua peserta, khususnya warga Desa Sukakarya dapat mengikuti dan mengaplikasikan pelatihan hari ini.

Meskipun kegiatan ini berlangsung di tengah pandemi covid-19, namun seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2021 ini tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Seluruh panitia dan peserta pun melakukan tes swab antigen sebelum memasuki area pelatihan, sehingga pelatihan ini bisa terlaksana dengan aman dan nyaman.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *