INDONESIAUPDATE.ID – Menua adalah proses yang akan dialami oleh setiap orang, ada istilah yang harus lekat pada diri lansia yaitu boleh tua tapi tidak renta. Kata menua hanyalah suatu istilah dalam rentang angka, namun menua yang diidamkan oleh setiap orang adalah menua yang tetap berkualitas, dapat beraktifitas dan bersosialisasi tanpa batas.
Lansia cenderung mengalami masalah kesehatan disebabkan oleh penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Orang-orang yang berada disekitar lansia sering lupa akan kesehatan jiwa lansia, didahulukan segi fisik saja seperti obat, makanan, dan minuman.
Padahal masalah perubahan mood pada lansia kerap terjadi, lansia lebih sensitif sehingga tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik, timbul perasaan cemas akan penyakitnya, dan takut kehilangan orang-orang yang dikasihinya, Hal itu disebabkan penurunan memori pada lansia yang dapat mengakibatkan gejala demensia dan menjauhkan dari lingkungan sosial.
Oleh karena itu, banyak aktifitas yang tetap terus dilakukan lansia disesuaikan dengan kemampuannya, seperti yang dilakukan oleh dosen FIKES UPN Veteran Jakarta yaitu ibu Diah Ratnawati,M.Kep.Sp.Kep.Kom, ibu Evin Novianti,M.Kep.Sp.Kep.J dan ibu Duma Lumban Tobing,M.Kep.Sp.Kep.J bersama dengan posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo, Depok berusaha memenuhi kebutuhan akan Kesehatan lansia baik fisik maupun jiwa. Kader Dahlia Senja Kelurahan Limo, Depok dibawah kepemimpinan Hj.Ratna Habsari melakukan berbagai kegiatan.
Kegiatan yang masih bertahan saat ini diantaranya adalah home visite kader kepada lansia, pemeriksaan fisik, kesenian seperti angklung, senam lansia, dan masih banyak lagi yang dilakukan. Namun, dengan kondisi pandemic covid-19 saat ini, tentu menjadi terbatas ruang gerak para kader untuk berinteraksi dengan lansia dan keluarga.
Dibutuhkan suatu metode untuk menjebatani kegiatan kader Kelurahan Limo untuk tetap mengetahui kondisi lansia.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah salah satu faktor kuat untuk kader tetap berinteraksi dengan lansia, menghindari isolasi yang dialami lansia akibat dampak tak langsung dari pandemic covid-19 yang masih terjadi.
Salah satu dampak positif yang dapat diambil dari kondisi ini adalah dipaksanya kader untuk melek teknologi termasuk program yang diusung oleh dosen FIKES UPN Veteran Jakarta yaitu pojok curhat lansia berbasis IT.
Pojok curhat berbasis IT berupaya untuk menghubungkan lansia dengan keterbatasan fisiknya terpenuhi kebutuhan akan jiwanya sehingga menjalani hari tua yang bermakna. Lansia butuh dukungan sosial sebagai ventilasi dan tempat mencurahkan perasaannya seperti pojok curhat lansia.
Pojok curhat berbasis IT adalah program pelayanan kesehatan bertujuan mengoptimalkan peran kelompok pendukung lansia yang akan melibatkan kader dan keluarga sebagai dukungan sosial untuk mengontrol kondisi lansia baik fisik maupun mentalnya sehingga terhindar dari kecemasan dan depresi.
Program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia agar sehat secara biologis, psikososial, dan spiritual dengan menceritakan keluhan maupun masalah kesehatan, masalah pribadi, dan keluarga sehingga mendapatkan solusi dari para ahli di bidangnya khusus perawat.











