HEADLINESNASIONAL

Cegah Kepunahan, Badak Jawa Dipindah ke Cikepuh

1038
×

Cegah Kepunahan, Badak Jawa Dipindah ke Cikepuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Badak Jawa/Dok. DLHK

INDONESIAUPDATE.ID – Luther umurnya sekitar satu tahun. Culanya masih kuncup. Anak badak jawa yang berjenis kelamin jantan ini sesekali terlihat lewat  kamera pemantau, berjalan beriringan bersama induknya, Palasari, di sebuah jalan setapak menuju rawa-rawa  kecil di tengah Taman Nasional (TN) Ujungkulon, Banten. Pada saat yang lain, Helen terlihat  bersama induknya, Ambu, berjalan santai menuju sebuah kolam lumpur untuk berkubang.

Helen berjenis kelamin betina. Bersama Luther, mereka ada dalam empat bayi badak yang dipastikan lahir dalam setahun terakhir di Ujungkulon. Dua bayi yang lain belum diberi nama, yang salah satu di antaranya berumur 3–4 bulan yang merupakan anak dari induk badak bernama Rimbani, seekor ibu muda yang terpantau sejak lama dan dikenali silsilahnya. Rimbani adalah anak Ratih.

Dengan kelahiran empat ekor bayi itu, populasi badak jawa (Rhinoceros sundaicos) di Ujungkulon ada 75 ekor. Populasi terbesar yang pernah tercatat pada sepanjang sejarah pengelolaan TN Ujungkulon. Pada 1967 populasinya diperkirakan tinggal 25 ekor, naik menjadi 56 ekor pada 1982, turun lagi ke 47 ekor di tahun 1992, dan kini berkembang mencapai 75 ekor.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menyatakan bahwa kelahiran empat anak badak jawa di Ujungkulon ini merupakan salah satu contoh keberhasilan  perlindungan penuh (full  protection)  badak  jawa dan habitatnya aslinya  di TN Ujungkulon. Badak jawa sebagai flagship species tetap terjaga bahkan berbiak seiring dengan peningkatan kualitas habitatnya.

‘’Ini kado  Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76,’’ ujar Dirjen KSDAE Wiratno seperti dikutip dalam siaran pers Kementerian LHK yang dirilis 16 Agustus 2021. Sikap optimisme Menteri LHK Siti Nurbaya, terkait kemampuan anak bangsa menjaga flagship species pada habitat masing-masing, terbukti berhasil. Harta pusaka keragaman hayati bisa dipertahankan.

Dalam booklet elektronik Rencana Strategis 2021 Ditjen KSDAE, yang dapat diakses bebas secara online, pada bagian evaluasi disebutkan bahwa ada 25 spesies satwa endemik dan langka yang  sedang dikelola secara khusus untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Satwa langka itu tersebar di 48 kawasan ekosistem esensial di Indonesia, termasuk TN Ujungkulon.

Berita Terkait  Tindak Pelaku Perambahan dan Perusakan TNTN, KLHK Gelar Operasi Gabungan

Tumbuhnya populasi badak jawa di Ujungkulon itu patut disyukuri. Dua atau tiga ratus tahun lalu, Rhinoceros sundaicos ini masih bisa ditemukan di hutan-hutan tropis dataran rendah di Myanmar, Thailand, Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia, terutama di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Semula badak jawa ini dianggap sama dengan badak India. Namun, baru di awal abad 19 ia diakui sebagai spesies  yang berbeda. Bentuk cula, motif kulit, dan ukurannya ternyata berbeda. Dengan ukuran tubuh rata-rata panjang 3,1–3,2 meter dan tinggi 1,4–1,7 meter, ia lebih kecil dari badak India yang ukurannya hampir sebesar gajah. Beberapa kajian taksonomi kemudian menyimpulkan bahwa ia adalah spesien yang berbeda.

Badak jawa itu pun mendapat nama ilmiah Rhinoceros sundaicos. Sebutan ‘sundaicos’ itu muncul karena awalnya ia dianggap mamalia endemik dari Jawa Barat. Pada tahun-tahun berikutnya, ada temuan bahwa jenis serupa dijumpai di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Hampir di semua tempat ia diburu, untuk diambil cula dan kulitnya, dan punah.

Kondisinya  di alam liar secara umum amat semakin  memprihatinkan karena habitatnya terdesak oleh zona budi daya. Maka, populasi terus menurun. Di Jawa Barat, Rhinoceros sundaicos  itu juga pernah ditemukan di kawasan hutan di kaki-kaki Pegunungan Halimun-Salak, namun telah lama punah. Populasinya di Ujungkulon juga sempat hancur akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883, yang menimbulkan tsunami besar.

Sejak 1931, Pemerintah Hindia Belanda melarang perburuan badak jawa dan memasukkannya dalam kelompok satwa yang perlu dilindungi. Ia hanya boleh diambil untuk dibawa ke penangkaran di kebun binatang. Namun, badak jawa ini hampir tak pernah bisa berbiak di tempat penangkaran. Kini, tak satu pun badak jawa berada di kebun binatang. Ia hanya bisa dilihat di habitat alamnya.

Habitat terakhir spesies badak jawa juga dilaporkan ada di kawasan hutan sekitar 150 km di utara Kot Ho Chi Minh, Vietnam.  Kawasan itu kini menjadi Taman Nasional Cat Tien. Pada 2007 sempat dilaporkan populasinya tersisa 8–10 ekor. Perang Vietnam (1975-1974) membuat kawasan hutan  pantai  itu porak poranda. Populasi kecil itu dikhawatirkan tidak mampu bertahan, kemungkinan lantaran tak tersedia cukup pejantan. Populasi badak lebih cepat berbiak jika ratio jantan–betina adalah 1:2.

Berita Terkait  Poltekesos Lanjutkan Layanan Dukungan Psikososial Penanganan Covid-19

Badak adalah hewan penyendiri. Mereka berkumpul dalam jumlah terbatas hanya ketika bersama-sama mendinginkan badan di kolam kubangan yang sama, atau ketika musim kawin. Induk betina mengawal anaknya sampai usia 2–3 tahun dan beranjak dewasa pada usia 6 tahun. Seekor betina umumnya hanya melahirkan satu bayi. Usia badak umumnya 35–40 tahun. Badak sulit bertahan di luar habitat aslinya.

Populasi badak jawa sama selama ini sama terancamnya dengan sepupu jauh mereka di Sumatra. Populasi badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) pun diperkirakan tidak sampai 100 ekor, dan itu tersebar di enam habitat, satu di Semenanjung Malaysia, satu di Sabah dan empat di Sumatra. Populasi badak sumatra yang bertahan di kawasan hutan konservasi Trengganu Malaysia tak ada kabarnya lagi. Yang di hutan Sabah sampai 2015 lalu masih terpantau keberadaannya.

Yang keberadaannya terkonfirmasi masih berlanjut ialah di Taman Nasional Leuser (Aceh), Taman Nasional Kerinci Seblat, persisnya di sekitar perbatasan Sumatra Barat-Jambi-Bengkulu, dan satu lagi di Taman Nasional Way Kambas Lampung. Jumlah seluruhnya diperkirakan 75–80 ekor.

Ukuran badak sumatra ini sedikit lebih besar dari badak jawa. Namun, yang paling membedakan ialah ia memiliki dua cula (depan belakang) dan kulitnya berambut. Sebagaimana sepupu jauhnya, badak sumatra ini juga bukan endemik Indonesia. Keberadaannya pernah tercatat di hutan-hutan pegunungan dari India, Bhutan, Tiongkok Barat, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Indonesia, terutama di Sumatra.

Mempertahankan populasi badak tak mudah. Siklus reproduksi badak panjang. Ia sulit dibiakkan di tempat penangkaran untuk dilepasliarkan. Populasinya yang terbatas membuat eksperimen untuk bantuan reproduksi juga tak mudah dijalankan, selain berisiko. Maka, salah satu pendekatan yang bisa ditempuh, seperti dijalankan oleh Ditjen KSDAE, adalah melindungi habitatnya.

Berita Terkait  KLHK Angkat Isu Perubahan Iklim Dan Polusi Plastik dalam Pertemuan AALCO Ke-61

Keberhasilan itu tidak datang  begitu saja. Dalam booklet Rencana Kerja KSDAE 2021 yang dapat diakses terbuka secara online disebutkan adanya rencana strategis yang dicanangkan sejak 6 tahun lalu. Di situ dipaparkan adanya pengembangan organisasi dan sumber daya manusia (SDM) serta sejumlah langkah lainnya untuk mengkonservasi sekaligus memanfaatkan ekosistem alam untuk ekowisata secara lestari.

Lewat kajian yang mendalam sejumlah ekosistem dimanfaatkan untuk ekowisata, seperti Taman Nasional Komodo atau Taman Nasional Wakatobi. Namun, Ujungkulon tak dimasukkan ke dalam agenda pengembangan ekowisata yang masif. Di Taman Nasional Komodo hanya satu dari lima habitat yang boleh dikunjungi wisatawan. Selebihnya dijaga keasliannya.

Di Ujungkulon justru habitatnya diperluas, untuk penghuni aslinya seperti banteng jawa, badak jawa, burung-burung, dan sejumlah primata. Kawasan taman nasional dibebaskan dari kegiatan budi daya. Pemberdayaan masyarakat digelar di sembilan desa penyangga, agar aktivitas ekonomi mereka tidak mengganggu keutuhan ekosistem. Kini, satwa asli Ujungkulon dapat leluasa bergerak sampai Gunung Honje yang tingginya 620 meter tanpa harus melewati kawasan budi daya.

Dirjen KSDAE Wiratno mengakui bahwa keberhasilan di Ujungkulon itu juga berkat bantuan dan partisipasi banyak pihak, terutama masyarakat sekitar taman nasional.  ‘’Kami sampaikan terima kasih dan penghargaan pada semua pihak yang telah membantu pelestarian badak jawa di Taman Nasional Ujungkulon, yamg bukan saja kebanggaan kita melainkan juga kebanggaan masyarakat dunia,” ujarnya.

Toh, Wiratno mengakui bahwa Ujungkulon ini punya risiko kebencanaan tinggi karena lokasinya dekat dengan Gunung Krakatau yang sangat aktif. Melalui Ditjen KSDAE, Kementerian LHK menjajaki kemungkinan memindahkan sebagian badak jawa Ujungkulon ke Cagar Alam Sancang di  Cikepuh, di Kabupaten Sukabumi, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Halimun–Salak.

Dua tiga abad yang lalu, badak jawa masih bisa ditemukan di kawasan Cikepuh ini. Kawasan Cagar Alam Sancang memenuhi syarat menjadi tujuan transmigrasi badak jawa. Ihwal pemindahan itu menjadi rencana strategis Kementerian LHK 2019-2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news
JOINPLAY303
sukses303
sboku99
JOINPLAY303
Optimalisasi Analisis Sinkronisasi Spin di Lingkungan Online yang Responsif
Menyusun Pendekatan Bermain yang Seimbang untuk Hasil Lebih Konsisten
Pendekatan Modern Membaca Pola Bermain Secara Bertahap untuk Analisis Strategi yang Lebih Akurat
Memahami Dinamika RTP untuk Menjaga Konsistensi dan Kontrol Risiko
Strategi Modern Mengamati RTP untuk Jaga Ritme Permainan dan Tingkatkan Peluang Menang
Memahami RTP dalam Permainan Harian dengan Pendekatan Terarah yang Lebih Rasional
Kunci Awal Yang Sering Terlewat: Memahami Pola Terkini Secara Tepat
Pendekatan Menyeluruh Manajemen Risiko Berbasis Data Statistik Real-Time
Manajemen Modal Adaptif Berdasarkan Observasi Pola RTP Berkembang
Eksplorasi Empiris Hubungan RTP Dengan Prospek Keuntungan Bertahap
Pendekatan Terarah Dalam Memahami Pola Data Untuk Rotasi Efisien
Studi Terpadu RTP: Kombinasi Analisis Kuantitatif dan Evaluasi Berkala
Cara Praktis Mengelola Pergerakan RTP Melalui Analisis Data Dan Disiplin Finansial
Pendekatan Terpadu: Model Analitik RTP Untuk Perencanaan Sesi Yang Akurat
Mengubah Ketidakpastian Jadi Keuntungan: Pendekatan Probabilitas untuk Puzzle Kombinasi Digital
Mengapa Pola Dingin Bisa Berubah Jadi Panas: Rahasia Statistik di Balik Permainan Simbol Asia
Membaca Probabilitas Tersembunyi: Strategi Cerdas untuk Game Tradisional yang Dimodernisasi
Psikologi Adaptasi: Latih Otak Agar Tak Terjebak Emosi Saat Peluang Berfluktuasi
Evolusi dari Meja Mahjong ke Algoritma: Menuju Pengalaman Bermain yang Lebih Transparan & Adil
Hitung Ekspektasi Jangka Panjang: Cara Bertahan dan Menang di Sesi Permainan yang Panjang
Mengelola Volatilitas Mental: Teknik Psikologis Saat Hasil Acak Menguji Kesabaran
Big Data Mengungkap Rahasia: Apa yang Bisa Dipelajari dari Ribuan Kombinasi Simbol
Strategi Real-Time 2026: Menyesuaikan Keputusan Berdasarkan Perubahan Probabilitas Langsung
Fairness di Era Digital: Mengapa Pemahaman Probabilitas Menjadi Standar Baru Hiburan Online
Momentum Harian Mahjong Ways: Waktu Terbaik untuk Hasil Maksimal Strategi Bertemu Keberuntungan: Dinamika Baru Permainan Mahjong Saat Ritme Permainan Berubah: Faktor Dinamis dalam Mahjong Spin Lebih Cepat, Adrenalin Lebih Panas! Rahasia PG Soft Tingkatkan Intensitas Frekuensi Spin PG Soft Naik Level: Intens Bermain Meledak, Sesi Lebih Lama Fenomena PG Soft 2026: Spin Padat Bikin Ketagihan Main Intens & Lama PG Soft Speed Boost: Spin Ganas, Intensitas Naik, Durasi Bermain Panjang Main Lebih Lama & Seru? Peningkatan Spin Rate PG Soft Ubah Permainanmu Efek Dahsyat Spin Sering di PG Soft: Intensitas Meledak & Jam Bermain Bertambah apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik apps teknik terbaik Membandingkan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia dalam Perspektif Strategi Cuan Mahjong Wins 2 Untuk Beli Emas Asli dengan Pendekatan Adaptif Mengubah Hasil Pola Mahjong Ways 2 Menjadi Aset Ternak Walet Produktif Dinamika Perjalanan Pemain Mahjong Ways Hingga Miliki Kebun Sawit Luas Spin Keberuntungan Mahjong Wins Jadi Pondasi Bisnis Franchise Minuman Kekinian Mengupas Perbandingan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia Berbasis Statistik Keuntungan Mahjong Wins 2 Diubah Jadi Emas Melalui Proses Analisis Mendalam Mengoptimalkan RNG Mahjong Ways 2 demi Modal Usaha Sarang Walet Berkelanjutan Mahjong Ways Jadi Modal Awal Usaha kebun Sawit Berkat Perencanaan Strategi Sistem Permainan Mahjong Wins Berbuah Modal untuk Bisnis Tanaman Hias dan Variasi Produk Analisis Data Perbandingan Blackjack dan Permainan Kartu Favorit Di Asia Optimalisasi Hasil Mahjong Wins 2 untuk Beli Emas Melalui Pemahaman Sistem Permainan Mengatur Jam Bermain Mahjong Ways 2 demi Modal Investasi Peternakan Sarang Walet Langkah Cerdas Pemain Mahjong Ways Bangun Kebun Sawit dengan Pendekatan Terukur Modal Mahjong Wins Disulap Jadi Toko Sembako Mandiri dengan Pendekatan Statistik Seberapa Unggul Blackjack Dibanding Permainan Kartu Lain Di Asia? Tinjauan Analisis Strategi Konversi Hasil Mahjong Wins 2 Untuk Beli Emas Berdasarkan Tren RTP Pengambilan Keputusan Tepat di Mahjong Ways 2 untuk Modal Perternakan Sarang Walet Mahjong Ways Membuka Jalan Rezeki Hingga Usaha Kebun Sawit Luas Terbang Tinggi Algoritma Ritme Mahjong Wins Membuka Jalan Bisnis Studio Foto Kreatif Membandingkan Blackjack dengan Permainan Kartu Di Asia dalam Perspektif Strategi wala meron digmaan Pasang Pola Super Scatter SURYAJP yang Diam-Diam Jadi Favorit Komunitas Desain Mahjong Wins 3 Disebut Pengaruh Scatter Hitam, Ini Penjelasan Lengkap di SURYAJP Kenapa Scatter Hitam Mahjong Wins 3 Terasa Aktif di Jam Tertentu? Analisis RTP SURYAJP Putaran Manual vs Otomatis, Mana Lebih Dekat ke Super Scatter Mahjong Wins 3? Mahasiswi Bandung Temukan Celah! Kelola Penghasilan Harian Go-Car, Scatter Hitam SURYAJP Jadi Perbincangan Berapa Modal Aman Coba Pola Scatter Hitam Mahjong Wins 3 di SURYAJP Total Strategi Penjaga Kios Saat Mengejar Scatter Hitam Tanpa Boros Modal Kenapa Super Scatter SURYAJP Sering Dianalogikan Seperti Mengelola Usaha Kecil Kirim Cerita Nyata Mahasiswi Bandung Andalkan Super Scatter di SURYAJP untuk Bayar UKT Mahjong Wins 3 dan Scatter Hitam SURYAJP, Tren Baru di Lingkaran Kelas Bisnis Online joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 joinplay303 senang303 sukses303 horus303 joinplay303 sukses303 amarta99 monggojp
metroartschool widyanataarchitect mirecomendadotienda inspiredgardenideas afroskin mediaedukasiborneo darknetbills ellacoffeemall mauiislandportraits lesechecsdelareussite rumahbintang centrovirginia mitramedikasolo sloveniaonbike ioautonews beritakampus naijasportnews salvagegaming lamorenetaeventos thefullfitness programlarindir rastama walangsari bearrockfoods bikersonweb feelwellforever projectparadisegame sciencebookprizes hotelristorantevittoria oaklandpolicebeat atxukale ilesvanille tutelaeucarestia arting.mx global-history travelnewseditor fleeknews worldnewswave lettica.org noahs wish greenrivernetwork autoexpertproducts healthcarelawsuit sportmuseumcuracao beef cattle assurecontrols hospitalnearme arquidiocesisdgo coinsmonedas cirebonpost coronameter shiftorbit icdiss makalu2004 platye kingkong bola minweb
sophiadruidhills meghantius heathergeisler nhcarnivalshop highlandermarket escortwide sankalpanews wanyismart beccariacbd wszgk capespindj dachenggerui healthezi guanbingjd cdlosbiciosos betteboutik jaroshdi ivermectinnoprescription asiannuclearenergy karsmodels casateconelplaneta zamboostwp-login.php mmmcommentaries conlosnanos dnmurals lesfousdebassan piraterfbonline hoganoutletoscarpe clomidsale.online ciprocfx.online animationdesoireekaraoke anjaniflorist movewingame askmeyp justjewellry simplashop expedistaap freewuxiaonline boin boin globallearningsolutionsltd abamoxicillin megaoraksil thewebgacor pulsajuragan