Kualitas Penyuluh Dongkrak Kesejahteraan Petani

  • Bagikan

INDONESIAUPDATE.ID – Fungsi koordinasi amat penting dalam keberhasilan program. Pun dengan program nasional IPDMIP yang notabene tengah digencar dilakukan Kementerian Pertanian.

Di Kabupaten Lamongan, digelar Workshop Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Staf Lapangan Tingkat Kabupaten IPDMIP pada 14-15 September 2021. Workshop diikuti 17 orang Koordinator BPP lokasi IPDMIP dan 14 orang Staf Lapangan.

Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian sekaligus Manager Project untuk kegiatan IPDMIP Kabupaten Lamongan, Mohamad Fadholi, mengatakan, tujuan dari workshop ini adalah bentuk koordinasi dan berbagi informasi kegiatan IPDMIP antara Korkab, DPIU, Penyuluh (BPP) dan Staf Lapang.

“Kami ingin pelaksanaan IPDMIP di lapangan semakin sukses, karena ini demi kesejahteraan petani,” beber dia melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/9).
Selain itu, giat ini juga menjadi ruang untuk evaluasi Program IPDMIP yang sudah berjalan, konsolidasi Rencana Kerja Program IPDMIP Tahun 2021 dan 2022, “ Hingga merumuskan strategi pencapaian tujuan dan target Program IPDMIP Kabupaten Lamongan tahun 2022,” jelas dia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan, Sujarwo menejalskan, Pendekatan IPDMIP yang diterapkan adalah dengan memperkuat dan memperluas keterkaitan antara berbagai intervensi pertanian serta rehabilitasi irigasi. Tujuannya untuk memastikan penetapan sasaran kemiskinan yang efektif.

“Goals IPDMIP adalah peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, nilai jual, perbaikan kualitas, dan peningkataan layanan petani dan kualitas maupun kuantitas petani,” jelas dia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo optimis bahwa kegiatan IPDMIP berjalan maksimal, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat perdesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan. Dia yakin dengan IPDMIP, produktivitas pertanian terus meningkat, khususnya di daerah irigasi.

“Pendapatan petani harus terus naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Mentan Syahrul.

Berita Terkait  Berikut Rangkuman Hasil Pertandingan Euro Tadi Malam

SYL-sapaannya- mengingatkan bahwa sektor pertanian adalah ‘emas 100 karat’. Menjanjikan dan tak pernah ingkar janji sehingga sangat prospektif untuk digeluti. “Terutama para pemuda dan milenial. Kita gerakan pertanian Indonesia, masa depan pertanian kita ada pada mereka,” ujar SYL.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi. Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu.

“Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi.

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” pungkas Dedi.

Sebagai informasi program IPDMIP dilaksanakan di 74 Kabupaten, 16 Provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT)). Program ini bekerjasama lintas sektor dengan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan masyarakat petani serta semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *