Balitbangtan Dorong Produksi Kentang Banjarnegara Dengan Modernisasi Pertanian

  • Bagikan
Ilustrasi/Pixabay

INDONESIAUPDATE.ID – Budidaya kentang, yang merupakan komoditas unggulan Kabupaten Banjarnegara selama ini masih dikerjakan secara manual. Dengan luas lahan mencapai lebih dari 6 ribu hektare, perlu adanya sebuah terobosan yang dapat mengefisiensi sumberdaya.

Kamis (14/10), Balitbangtan menggelar ekspose teknologi mekanisasi pertanian modern mendukung budidaya kentang di Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Aplikasi pertanian modern ini sesuai dengan slogan Kementerian Pertanian yang diusung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yaitu maju, mandiri dan modern. Modernisasi pertanian menjadi sangat penting untuk menuju target utama yaitu peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian, di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja pertanian.

Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Agung Prabowo mengatakan bahwa biaya pengolahan dan pemanenan adalah komponen terbesar dalam biaya budidaya kentang. Dengan potensi yang dimiliki oleh Banjarnegara, perlu adanya modernisasi pertanian yang dicirikan dengan penggunaan alat mesin pertanian pada setiap proses produksi.

“Kementerian Pertanian memilih Banjarnegara untuk memfasilitasi pengembangan budi daya kentang modern karena produksi kentang di sini merupakan peringkat pertama di Jawa tengah dan nomor dua se Indonesia,” tambahnya.

Agung menjelaskan teknologi mekanisasi yang akan diterapkan untuk mendukung bucicaya kentang di Banjarnegara antara lain mesin pembuat guludan, mesin penanam benih kentang, mesin pemanen serta alat pengangkut sarana produksi dan hasil panen. “seperti mesin penanam benih yang memiliki kapasitas kerja hanya 4,5 jam untuk satu hektar, tentu usaha tani kentang akan menjadi lebih efisien karena menghemat waktu, biaya dan tenaga,” lanjut Agung.

Tak hanya komoditas kentang, Balitbangtan melalui program Riset dan Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) juga akan mengembangkan komoditas unggulan lain di Banjarnegara seperti kopi dan ternak Domba Batur.

Berita Terkait  Genjot Daya Saing Global, Empat Pelabuhan BUMN Dilebur

Terpisah, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan bahwa RPIK dibentuk dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, dimana dalam program ini, Balitbangtan akan menerapkan pertanian modern dari setiap tahapan budidaya. “Dalam program RPIK, Balitbangtan Bersama stakeholder akan mengembangkan agribisnis berkonsep wawasan,” ungkapnya

Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin menyampaikan bahwa dengan potensi luas lahan yang ada di Banjarnegara, khususnya untuk komoditas kentang, pihaknya Kabupaten Banjarnegara dapat memiliki produksi kentang yang tinggi. “Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan teknologi pertanian modern untuk budidaya kentang dari hulu sampai ke hilir,” ujarnya.

Syamsudin juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas program yang dijalankan di wilayahnya. “Kami berharap potensi tanaman kentang di Banjarnegara dapat menjadi pertanian yang modern dan terintegrasi, sehingga bisa berdampak terhadap peningkatan ekonomi di tingkat petani.” pungkas Syamsudin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *