INDONESIAUPDATE.ID – Ditengah perbincangan penurunan level PPKM dalam kaitan dengan covid 19, Poltekesos Bandung melanjutkan kiprahnya dalam keterlibatan penanganan covid 19, melalui layanan dukungan psikososialnya.
Merujuk pada koordinasi yang dilakukan dengan BNPB, dan Rumah Sakit Darurat Covid 19, dan relawan peduli covid 19, sepakat untuk tetap melanjutkan upaya upaya dalam pencegahan penyebaran covid ke depan.
Pemerintah dan pakar kesehatan masih mewaspadai kemungkinan ke depan terjadi gelombang pandemi, karena efek penurunan level PPKM, yang berujung pada bergeraknya dinamika masyarakat di segala sektor, dan pengamatan di lapangan menurunkan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan.
Layanan dukungan psikososial yang dilakukan pun dikembangkan tidak semata untuk covid, tetapi untuk setiap sektor atau kejadian yang masuk pada kategori bencana.
Covid secara kajian kesehatan sudah mampu dikendalikan, tetapi efek sosialnya masih menjadi bagian yang harus diamati dan dilakukan pendampingan, baik dalam hal trauma, kekhawatiran efek penyerta pasca covid, sikap dan perilaku masyarakat, kebutuhan informasi atas layanan pengaduan bila sewaktu waktu situasi kritis, sebagaimana terjadi bulan Juli tahun ini, jumlah terpapar sangat banyak, rumas sakit penuh, dan yang meninggal pun banyak.
Poltekesos pun berurun aksi sesuai kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya, menurunkan tenaga terlatih dalam layanan dukungan psikososial. Dan, Poltekesos pun menjadi bagian dalam tim penguatan tenaga relawan yang diinisiansi akan ada di semua Provinsi.
Saat ini Poltekesos sudah mengadvokasi di 11 Provinsi, memperkuat langkah yang sudah ditempuh oleh Bidang Koordinasi Relawan, salah satu bidang yang masuk dalam struktur Satgas dan Komite Penanganan Covid 19 dan pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Selanjutkan akan dilakukan di 5 Provinsi lainnya
Sebagimana dikatakan oleh DR. Yuti Ismudiati, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekesos Bandung, layanan dukungan psikososial sudah menjadi salah satu platform yang terstruktur dalam program pengabdian kepada masyarakatnya.
Rangkaian yang sudah dirancang, juga menawarkan tenaga tenaga terlatih dalam layanan dukungan psikososial sesuai dengan karakteristik kebencanaannya maupun urgensi masalah yang patut untuk ditangangi semisal kedisabilitasan, keterlantaran, keterasingan, korban eksploitasi.
Ditambahkan oleh Milly Mildawati, P.hD, salah satu tenaga layanan dukungan psikososial, cara kerja penanganan berkategori kebencanaan diarahkan pada terbangunnya lagi kemampuan diri, kepercayaan diri dari orang yang terkena bencana, diantaranya penyintas covid 19. Kami terlatih dalam membangun kembali rasa kekuatan diri dan semangat bahagia. No one left behind, sambungnya.
Kompetensi dan ketrampilan praktek layanan selalu di up grade secara terjadwal di Poltekesos baik secara keilmuan maupun prakteknya. Pengalaman pengananan berbagai kasus kebencanaan yang pernah ditangani, menjadi benchmark dalam menetapkan modul kepelatihan bagi tenaga tenaga layanan dukungan psikososial. Demikian dikatakan oleh Bambang sugeng salah satu tim manajemen di Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Poltekesos.











