HEADLINESNASIONAL

Kementan Ajak Milenial Berwirausaha Dengan Smart Farming

378
×

Kementan Ajak Milenial Berwirausaha Dengan Smart Farming

Sebarkan artikel ini

INDONESIAUPDATE.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggaungkan pentingnya penerapan smart farming untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tak hentinya menjelaskan pentingnya penerapan smart farming kepada generasi milenial. Menurutnya, pertanian saat ini dan ke depannya dihadapkan dengan tantangan besar yakni perubahan iklim dan pandemi covid-19.

Mentan juga menambahkan, menghadapi tantangan perubahan iklim bukan lagi dengan cara-cara klasik. Tapi harus dengan metode yang lebih modern salah satunya smart farming, karena perkembangan ke depannya yang membuat lahan semakin sempit, jumlah penduduk semakin besar dan lainnya mengharuskan penggunakan teknologi yang smart.

“Kemudian, digitalisasi pertanian menjadi efektif dan penggunaan mekanisasi semakin maju sehingga produksi terus meningkat dengan kualitas yang tinggi dan pendapatan petani semakin naik. Kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern”, tegas Mentan.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan saat ini adalah eranya generasi milenial. Menurutnya, kemajuan pertanian harus didukung petani milenial. Karena, milenial memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“Di era 4.0 ini ada lima hal yang harus di pegang oleh petani milenial yaitu rencana, antusias, ilmu, pengetahuan, keterampilan dan aksi nyata. Jika itu semua ada di genggaman kalian impian mu pasti akan terwujud. Sudahlah, hilangkan pardigma kalau petani itu miskin. Mulai untuk mengelola dengan serius dari budidaya, hilirisasi produk, hingga pengembangan pasarnya, pasti akan lebih mengembangkan ekonomi, jangan hanya budidayanya saja,” katanya.

Berita Terkait  Raker DMI DKI Agendakan Pembahasan Penyaluran Dana BOTI

Dedi pun mengatakan pertanian modern dicirikan dengan teknologi smart farming. “Pengembangan smart farming bagi Petani Milenial dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mencapainya tujuan utama dalam menghasilkan usaha agribisnis modern berbasis smart farming,” ujarnya.

Melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) berupaya untuk melahirkan petani serta wirausaha pertanian yang maju, mandiri dan modern. Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan agrbisnis smart farming kepada calon penerima manfaat (CPM) program YESS di 4 provinsi dan 15 Kabupaten.

Pada tahap pertama ini, Pelatihan Agribisnis Smart Farming dilaksanakan dengan metode on off class, selama 8 di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi dari tanggal 20 s.d 27 Februari 2022 dengan jumlah peserta 40 orang yang berasal dari 4 Provinsi dan 15 Kabupaten sasaran program YESS. Pelatihan dilanjutkan dengan 2 bulan (60 hari) praktik di lokasi usaha masing-masing dengan didampingi oleh Mentor dan tenaga pendamping dari PPIU. Dan pada tahapan terakhir 6 hari pelatihan secara online.

Tak tanggung-tanggung, narasumber/ fasilitator pelatihan ini berasal dari Birokrat, Akademisi dan Praktisi yang akan berbagi pengalaman serta transfer pengetahuan terkait agribisnis smart farming dengan peserta.

Saat pembukaan pelatihan agribisnis smart farming, Kepala Badan juga menyampaikan pelatihan ini dilakukan dalam upaya penerapan teknologi pertanian dan berorientasi agribisnis yang dilakukan oleh generasi muda pertanian untuk mencetak pengusaha pertanian milenial di bidang smart farming yang mampu akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat/ KUR, menerapkan teknologi smart farming; serta membentuk kemitraan usaha agribisnis. Penerapan smart farming dapat memberikan efisiensi biaya dan waktu produksi, peningkatan kualitas dan skala usaha, serta mitigasi iklim melalui penggunaan sumberdaya alam secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *