NASIONAL

LPSK Akhirnya Bayar Kompensasi Korban Teroris, Anies Beri Apresiasi

437
×

LPSK Akhirnya Bayar Kompensasi Korban Teroris, Anies Beri Apresiasi

Sebarkan artikel ini
Dok. Instagram (@aniesbaswedan)

INDONESIA UPDATE – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akhirnya menuntaskan kewajiban negara memberikan kompensasi kepada 46 orang korban bom teroris maupun ahli waris.

Total jumlah kompensasi yang diserahkan kepada 46 korban yaitu senilai Rp 7,43 Miliar.

Mereka merupakan korban langsung maupun ahli waris korban meninggal dunia, terdiri atas 9 ahli waris korban meninggal dunia, 11 korban luka berat, 23 korban luka sedang, dan 3 korban luka ringan.

Mereka merupakan korban dari 12 peristiwa teror bom di Indonesia. Yakni peristiwa Bom Bali I dan Bom Bali II, peristiwa teror bom di Kedubes Australia, peristiwa terorisme di Gebang Rejo Poso.

Peristiwa bom Kampung Melayu, peristiwa bom JW Marriot, peristiwa penyerangan dengan senjata tajam di Masjid Falatehan, peristiwa penembakan anggota Polri Lawanga Poso, peristiwa bom Thamrin, peristiwa baku tembak kelompok Noordin M. Top di Surakarta, peristiwa terorisme di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo, dan peristiwa bom buku Utan Kayu.

Hadir dalam acara itu, Gubernur DKI Jakarta Anie Baswedan dan Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo. Dalam sambutannya, Anies mengapresiasi LPSK yang menuntaskan komitmennya memberikan kompensasi kepada para korban kejahatan terorisme itu.

“Penyerahan (kompensasi) kepada warga di DKI ini kita sampaikan terima kasih kepada LPSK, karena menuntaskan melakukan komitmen. Jadi, ketika mendengar rencana LPSK untuk menunaikan tanggung jawab itu, kami siap jadi fasilitator, dan hari ini tanggung jawab itu telah ditunaikan,” ujar Gubernur Anies.

Anies mengatakan bahwa sebesar apapun jumlah kompensasi yang diterima tidak mungkin pernah bisa mengganti rasa duka kehilangan yang dihadapi oleh para korban.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah solidaritas, sehingga DKI Jakarta ikut terlibat langsung dalam mendukung upaya dari LPSK ini.

Berita Terkait  Jelang Pemilu 2024, Cak Imin Sowan ke Makam Wali Songo

“Sebagai contoh di Jakarta, siapapun yang mengalami kekerasan apapun, maka kita akan tangani 100%, kita biayai tanpa kita tanya status KTP, yang penting mereka warga Indonesia dan berada di Jakarta. Jika mengalami kekerasan, maka kami akan turun dengan penuh tanggung jawab,” ujar Anies.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *