INDONESIAUPDATE.ID – Lukman Hakim Saifuddin (LHS) akan menerima doktor kehormatan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Menteri Agama periode 2014 – 2019 ini akan menerima gelar Dr. (H.C.) bidang Pengkajian Islam Peminatan Moderasi Beragama.
“Insya Allah, besok saya akan menerima Doktor Honoris Causa dari UIN Syarif Hidayatullah pada bidang Pengkajian Islam Peminatan Moderasi Beragama,” terang pria yang juga akrab disapa LHS ini di Jakarta, Senin (30/5/2022).
“Selaku promotor adalah Guru Besar Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE.,” sambungnya.
LHS mengaku selama ini ada beberapa kampus yang memang berniat memberikan gelar kehormatan kepada dirinya, utamanya pada saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Agama. Namun, LHS belum bisa menerimanya.
“Saya sampaikan terima kasih kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan kehormatan ini, justru di saat saya bukan siapa-siapa lagi. Terima kasih atas ketulusan dan apa adanya yang muncul dari hati,” ujar LHS.
Seremonial penganugerahan berlangsung di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah. Di hadapan senat UIN Syarif Hidayatullah, LHS akan menyampaikan orasi ilmiah seputar Moderasi Beragama. Menurutnya, ikhtiar melakukan penguatan moderasi beragama memang terus diupayakan sejak dirinya menjadi menteri agama.
Dijelaskan LHS, Moderasi Beragama adalah upaya membangun cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama – yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum – berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.
“Ikhtiar ini terus bergulir hingga Penguatan Moderasi Beragama masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2020 – 2024,” tutur LHS.
“Moderasi Beragama haruslah dimaknai juga sebagai The Living Grand Conception yang terus terpelihara. Ia merupakan strategi kebudayaan bagi negara berketuhanan yang masyarakatnya sangat agamis seperti Indonesia,” tutupnya.











