INDONESIAUPDATE.ID – Guna meningkatkan kualitas bangunan pendidikan yang sesuai standar proses belajar dan mengajar di Jawa timur, Balai Prasarana Permukiman Wilayah ( BPPW) Jawa Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merehabilitasi prasarana sekolah paska bencana di Provinsi Jawa timur.
Rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah paska bencana di Jawa timur tersebut dikerjakan PT. Graha Yasa Anugrah yang berkantor di Trenggalek Jawa timur.
Agus Budi, Manajer teknik PT. Graha Yasa Anugrah mengatakan, bahwa tahapan – tahapan pelaksanan kegiatan dilapangan sudah sesuai konsep desain yang telah ditentukan. Untuk pencapaian proggres M-28 SDN di Kabupaten Bangkalan Madura rencana 84,32 realisasi : 87,46 %, dan deviasi + 3,14 % (positif) semua on the track. Sedangkan schedule provisional hand over ( PHO) akhir Agustus 2022
Masih menurut Agus, bahwa item-item pekerjaan rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah rata-rata meliputi renovasi ruang kelas, gedung kantor guru, perpustakaan, laboratorium, ruang kegiatan siswa, toilet, sarana sanitasi (septic tank dan tower air), juga landscape meliputi paving block, pagar sekolah. terangnya

Cahyani Ainin Azizah, ST.,MT pejabat pembuat komitmen (PPK) rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah paska bencana di Jawa timur mengatakan, semua kegiatan dilapangan berjalan sesuai SOP yang ada, dan sesuai rencana kerja, serta scedul yang ditemukan,” tuturnya.
Terpisah, Denny Kumara ST.MT Kepala Satuan Kerja Prasarana Permukiman Wilayah I Provinsi Jawa timur, Balai Prasarana Permukiman Wilayah ( BPPW) Jatim menuturkan,“ Bahwa paket pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sekolah paska bencana di Jawa timur yang sudah dikerjakan tersebut, adalah salah satu kegiatan untuk mendukung pemulihan pasca bencana, guna meningkatkan kualitas bangunan pendidikan yang sesuai standar guna menunjang proses belajar dan mengajar. Nantinya bilamana unit telah selesai terbangun, semoga dapat bermanfaat dan terpelihara dengan baik. tuturnya
Masih menurut Denny, “Kami tegaskan, bahwa pelaksanaan pekerjaan di dilapangan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), dan sesuai prinsip 5 T (tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, tepat administrasi dan tepat manfaat). tegasnya.
(Hadi Martono)











