INDONESIAUPDATE.ID – Hingga pertengahan Desember 2022, progres fisik pekerjaan proyek pelebaran Jalan Provinsi batas Kabupaten Lumajang – Bts.Kabupaten Jember, Jawa Timur, capai 77 persen
Sebagaimana disampaikan Cecep, selaku GS PT. Timbul Persada yang berkantor di Kelurahan Sidorejo, Tuban, Jawa Timur pada Indonesia update.id Kamis (15/12) mengatakan, bahwa pencapaian progres fisik pekerjaan di lapangan 77 persen, katanya
” Kami optimis dengan pencapaian progres fisik pekerjaan di lapangan hingga pertengahan Desember 2022 sudah 77 persen, kami akan kejar ketertinggalan progres sekitar 8 persen tersebut hingga schedule PHO yang telah di sepakati terpenuhi, yaitu dengan mengoptimalkan peralatan, waktu dan tenaga kerja. ucap Cecep
“Sedangkan menurut schedule pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang ditentukan oleh pihak Dinas PU Bina Marga Jawa timur, seharusnya sudah bisa mencapai 85 persen,” kata Cecep, Kamis (15/12/2022).
Dengan kata lain, lanjut dia, bahwa proyek rekontruksi Jalan provinsi antara batas Kabupaten Lumajang – Kecong (link 202) hingga Kencong – Kasihan – batas Kabupaten Jember (,link 203) tersebut mengalami minus 8 persen.
“Minusnya progres fisik pekerjaan rekontruksi Jalan provinsi antara batas Kabupaten Lumajang – Kecong
(link 202) hingga Kasian – batas Kabupaten Jember tersebut, dikarenakan melambungnya harga aspal dan tidak adanya eskalasi harga. jelas Cecep.
Cecep menambahkan, bahwa sekarang pekerjaan di lapangan pada tahap aspal dan pemasangan U- dicth, untuk pengaspalan sudah terealisasi satu lapis tinggal lapis ke dua, katanya
Diakhir kata, Cecep mengatakan, bahwa kami telah rapat dan berkoordinasi dengan pihak PU Bina Marga Jawa timur dan para konsultan, jika nantinya ada keterlambatan saat jatuh tempo penyerahan pekerjaan, pihak kami siap didenda. Karena itu bagian dari konsekuensi logis kontrak kerja suatu pekerjaan, tutup Cecep
Dilain pihak, Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Jember Hadi Pramoedjo, S.T, M.T menuturkan, bahwa berdasarkan azas manfaat pihak PU Bina Marga Jawa timur jika nantinya hingga schedule PHO, pihak penyedia jasa belum bisa menyelesaikan pekerjaannya dan melampaui tahun anggaran, kami berikan adendum dengan denda berjalan, terangnya.
Pantauan Indonesia update.id dilapangan, Kamis (15/12), proyek dengan pagu senilai Rp.50 milyar yang dikerjakan PT. Timbul Persada dari Tuban dengan nilai penawaran sebesar Rp.39.560.400.000,00, sepanjang 8, 550 meter tersebut, tampak beberapa alat berat excavator dan aspal mixing plant (AMP) dan para tenaga kerja sedang melaksanakan aktifitasnya masing-masing.
(Hadi Martono)











