AKURAT.CO – Pengusaha muda Indonesia, Galih Dimuntur Kartasasmita mengajak seluruh lapisan masyarakat Majalengka untuk mengembangkan potensi diri dan wilayah di kawasan Majalengka.
Hal itu disampaikan Galih saat menghadiri acara Seminar Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM LMEA yang digelar oleh Kementerian Perindustrian di Fitra Hotel Majalengka, pada Kamis (13/7).
Menurut Galih, perkembangan teknologi dan industri yang semakin pesat, harus disikapi dengan positif dan mampu dimanfaatkan dengan cara meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadikan tantangan sebagai peluang.
“Dampak dari perkembangan yang pesat ini adalah bisa menjadi ancaman, tapi di sisi lain bisa menjadi peluang. Tergantung bagaimana kita menyikapinya,” ujar Galih.
Lebih lanjut Galih menuturkan bahwa di era yang serba digital ini, masyarakat harus lebih aware dengan setiap perkembangan teknologi dan industri. Dengan demikian, kata Galih, masyarakat akan mampu menemukan peluang untuk menciptakan ide dan gagasan baru dalam dunia kerja.
Galih mencontohkan, dunia kreatif yang saat ini banyak diminati masyarakat merupakan hasil dari menangkap peluang perkembangan teknologi. Daya tangkap peluang itulah yang memunculkan lapangan pekerjaan baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.
“Influencer, youtuber, dan dunia kreatif lainnya merupakan bentuk dari memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sebuah industri yang mampu membuka lapangan kerja bagi banyak orang,” terang Galih.
Galih lantas berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar memanfaatkan momentum pelatihan ini sebagai langkah awal untuk menciptakan ide baru dan memunculkan industri baru di sektor apapun.
“Saya harap pelatihan ini dapat dimaksimalkan oleh teman teman semua untuk menimba ilmu sebanyak mungkin dan mampu membuk lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat, serta menjadi pelopor perekonomian di Majalengka,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Seminar Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM LMEA yang digelar oleh Kementerian Perindustrian ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari beragam kalangan. Mulai dari pelaku industri, UMKM, hingga anak muda yang sedang merintis bisnis.











