INDONESIA UPDATE – Setelah dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Jombang, Sugiat S.Sos, M.Psi. T. bertekad segera tancap gas dalam memimpin Kabupaten Jombang.
Sugiat menggantikan Bupati Mundjidah Wahab yang telah selesai menjabat selama lima tahun.
Pria yang menjabat Kepala Badan Intelejen Daerah (Kabinda) Sulawesi Barat merupakan asli putra Jombang, asal Dusun Kalongan, Desa Japanan, Kecamatan Gudo.
Sugiat mengatakan, jabatan sebagai Pj merupakan amanah dari Pemerintah Pusat terhadap dirinya.
Berbekal sejumlah pengalaman di Badan Intelejen Indonesia, Sugiat yang pernah menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengendalian Operasi Intelejen Dalam Negeri itu, menjadi modal untuk mengetahui kondisi wilayah di Kabupaten Jombang.
Sugiat akan memprioritaskan kepemimpinannya di Kabupaten Jombang, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo dan instruksi Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
“Tentu kami akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi pesan Presiden yang disampaikan melalui Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah diantaranya terkait penyusunan APBD perubahan tahun 2023,” kata dia dikutip dari situs resmi Pemkab Jombang.
Pihaknya harus bekerja lebih cepat karena sebentar lagi sudah masuk dalam penyusunan rancangan APBD 2024. Kemudian penanganan kemiskinan ekstrem. Terkait infrastruktur dan terkait peningkatan investasi, dia mengaku harus tancap gas mendorong investasi karena ini menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah.
“Juga penurunan angka Stunting. Belum lagi memasuki tahapan-tahapan Pemilu, kami akan bersama sama sebaik mungkin menyiapkan teknis penyelenggaraan yang mengutamakan kondusifitas,” tutur Sugiat.
Meski sebagai Penjabat Kabupaten Jombang, Sugiat mengaku dirinya bukan Superman. Karena itu, pihaknya dalam memimpin Kabupaten Jombang akan berkolaborasi dan bekerjasama dengan legislatif (DPRD) sebagai mitra, dengan OPD dan tokoh masyarakat.
Menyinggung memasuki tahun politik, Pj Kabupaten Jombang menyebutkan bahwa kota santri ini sudah sangat kondusif. Karena itu, langkah awal segera mengumpulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh Bupati Jombang sebelumnya.
“Semuanya sudah cukup baik, tinggal apa yang kurang segera kita perbaiki,” tegasnya.











