INDONESIAUPDATE.ID – Berlibur di Bali memang tidak akan cukup jika hanya satu hari, terlebih di pulau dewata ini banyak sekali desa wisata yang banyak memiliki keindahan alam, keberagaman budaya dan kuliner.
Desa Wisata di Bali juga bisa jadi menjadikan petualangan liburanmu jadi anti main-stream lho, kamu bisa punya pengalaman baru soal Bali yang ternyata sekaya itu juga aktifitas yang bisa pacu adrenalin kamu.
Contohnya bisa kamu temukan di 5 desa wisata Bali ini. Berikut desa wisata di Bali anti main-stream yang wajib kamu kunjungi:
1. Desa Wisata Carangsari
Desa Wisata Carangsari juga dikenal sebagai Carangsari the Historical Village. Desa ini masih memiliki suasana adat khas dan nuansa sejarah yang begitu kuat. Karena di desa ini jadi saksi perjuangan zaman kolonialisme Belanda dan jadi tanah kelahiran dari pahlawan I Gusti Ngurah Rai.
Nah di sini juga ada beberapa atraksi wisata, seperti arung jeram di Sungai Ayung atau naik ayunan alam di LeKaja Bali Swing. Kamu juga bisa tracking di perkebunan cokelat.
Di desa wisata ini juga ada Gajah Sumatera yang besar dan lucu, kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan gajah-gajah di sini. Lokasi desa ini berada di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Tiket masuknya hanya Rp20.000,-dan jika ingin arung jeram mulai dari Rp400.000,-.
2. Desa Wisata Pemuteran
Desa Wisata Pemuteran jadi salah satu hidden gem yang ada di Bali. Dulunya, merupakan desa nelayan yang kemudian disulap menjadi destinasi wisata yang memikat, sehingga desa ini terkenal dengan spot Underwater Temple Garden. Bagi kamu penikmat underwater, bisa coba snorkeling atau diving sambil foto-foto di Underwater Temple Garden.
Lokasi desa ini berada di Kecamatan Gerokgak , Kabupaten Buleleng. Kalau kamu mau snorkeling, bisa sewa peralatan lengkap mulai dari Rp75.000,-.
3. Desa Tegallalang
Desa Tegallalang punya pemandangan khas panorama sawah dengan undakan-undakannya. Salah satu destinasi yang terkenal adalah Alas Harum Agro Tourism.
Salah satu atraksi di sini ada ayunan ekstrem yang punya level ekstrem tinggi dan super ekstrem. Ketinggian ayunannya di 15 meter dan 25 meter dari tanah. Selain itu, ada juga beberapa spot foto-foto cantik di Dancing Bridge, Bird Nest, Pekak Brayut, Gorila, Glass Flooring, dan Education Temple.
Lokasi Desa Tegallalang berada di Kabupaten Gianyar. Tarif untuk paket ayunan mulai dari Rp150.000,- sampai Rp450.000,-.
4. Desa Guwang
Desa Guwang terkenal dengan Hidden Canyon Beji Guwang atau sebuah ngarai tersembunyi dan terdapat aliran sungai diapit oleh tebing batu. Nama sungainya adalah sungai Beji.
Untuk sampai ke Ngarai Beji Guwang, kamu harus menyusuri sungai yang berbatu yang licin. Jadi, pastikan kamu memakai alas kaki yang khusus untuk medan jalan yang licin ya. Setelah sampai, kamu bakal berada di antara tebing-tebing curam yang tingginya sampai 30 meter.
Desa Guwang berada di Sukawati, Kabupaten Gianyar. Untuk menelusuri Ngarai Beji Guwang, tarifnya hanya Rp10.000,- aja.
5. Desa Gitgit
Desa Gitgit memiliki air terjun eksotik yang namanya sama dengan desanya. Air terjun Gitgit nggak hanya indah, tetapi juga bisa coba beberapa atraksi seperti, rappelling atau disebut sebagai canyoning dan climbing.
Air terjun ini merupakan air terjun dua tingkat, dengan tingkat atas setinggi 35 meter dan tingkat bawah setinggi 20 meter. Desa Gitgit terletak di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Untuk tiket masuknya Rp5.000,- sampai Rp20.000,-. Nah, kalau kamu ingin rappelling dan climbing, tiketnya mulai Rp2.100.000,-.











