Oleh : Fadlan Praditya*
INDONESIAUPDATE.ID – Pada era digitalisasi saat ini, teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat meliputi berbagai aspek dalam kehidupan manusia. Salah satu bentuk dari kemajuan teknologi yang dapat kita rasakan sekarang ini adalah hadirnya media sosial, sebagai platform untuk menyampaikan suatu informasi dan berinteraksi dengan sesama pengguna.
Konektivitas yang meningkat merupakan bagian penting dari perkembangan teknologi saat ini. Internet telah menciptakan kemudahan dalam melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lain, karena tidak akan terbatas oleh waktu dan jarak.
Di Indonesia, media sosial telah mengacapi popularitas yangcukup tinggi, banyak masyarakat yang memiliki media sosial pada ponselnya. Beberapa media sosial yang sering digunakan diantaranya adalah Instagram, Tiktok, Facebook, dan sebagainya. Media- media tersebut sangat bermanfaat dalamkehidupan kita, bahkan tidak luput digunakan saat periode kampanye pemilu 2024. Sudah tidak asing lagi banyak kontenyang dapat kita temukan di media sosial yang tertuju pada bentuk kampanye pilpres dan caleg.
Pemilu 2024 merupakan suatu momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh pejabat politik. Membahas mengenaipolitik, tidak jauh dengan perolehan kekuasaan. Melaluikekuasaan, individu dapat mewujudkan semua keinginannya yang bersifat positif maupun ke arah negatif, karena seagian besar kendali ada pada dirinya. Dalam usaha meraih kekuasaan tersebut, seseorang harus memasuki dunia politik sebagai sarana utama yang harus dijalankan. Dengan demikian, saat melakukan aktivitas politik diperlukan suatu saluran media yang tepat sehingga akan terjadi efektifitas dan efisiensi.
Saluran media yang digunakan bertujuan untuk proses penyampaian pesan-pesan politik kepada khalayak, dalamkonteks ini pesan yang disampaikan merupakan suatu bentukkampanye yang dilakukan oleh pejabat politik. Kampanyetersebut biasanya berupa konten visual, audio maupun tekstual.
Dikemas dengan sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Media komunikasi menjadi sangat penting bagi komunikasi politik, karena berhubungan erat dengan kepentingan politik. Kampanye dalam pemilihan umum berisikan gagasan dan ajakan untuk memilih capres-cawapres dan para caleg melalui berbagai media salah satunya adalah media sosial, dengan harapan mendapatkan dukungan dari masyarakat sehingga dapat memenangkan pemilu 2024.
Kampanye yang dilakukan pada dasarnya merupakan suatu proses komunikasi politik, yang berkaitan dengan pembahasanpolitik untuk memperoleh kemenangan. Komunikasi politiksangat penting sekali untuk dilakukan oleh para kandidat, apabila tidak dilakukan dengan baik, maka masyarakat tidakakan mengetahui identitas kandidat politik tersebut, sehinggabanyak orang yang tidak tertarik untuk memilihnya.
Keberhasilan dalam memenangkan pemilu terdiri dari beberapa faktor, salah satunya adalah membangun komunikasi politik melalui saluran media yang tepat. Media sosial memilikijangkauan khalayak yang luas sehingga para kendidat dapat menggunakan platform ini sebagai saluran dalam berkampanyeuntuk meraih suara dari rakyat .
Menjelang Pemilu 2024, sejumlah partai politik telah gencardalam melakukan kampanye, capres- cawapres hingga caleg melalui media sosial, sebagai platform untuk berkomunikasi dengan masyarakat.
Media sosial dapat menjadi senjata ampuh dalam menarik suara generasi muda, mengingat bahwa pengguna media sosial didominasi oleh golongan muda yang akan memilih untuk pertama kalinya pada periode ini. Mayoritas dari kalangan mereka merupakan pengguna aktif media sosial.
Generasi Z lahir ketika teknologi sudah mulai berkembang cukup pesat, sehingga generasi mereka dianggap lebih pandai dalam menggunakan dan menguasai teknologi. Menurut Radius Setiyawan Pakar Media UM Surabaya banyaknya calon yang berkampanye di mediasosial akan memberikan pendidikan politik bagi publik, baik itudari sisi positif atau negatif.
Hal tersebut dibuktikan dari meningkatnya penyebaran hoaks atau misinformasi yang terus mengalami peningkatan jelang Pemilu 2024 seperti yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
Dengan demikian calon yang melakukan kampanye harus lebih memperhatikan konten-konten yang buat serta harus adanya tindakan yang dilakukan oleh lembaga terkaituntuk menangani kasus ini, agar tercipta kampanye denganlingkungan yang sehat.
Survei Kepemimpinan Nasional yang diselenggarakan LitbangKompas pada 29 November hingga 4 Desember 2023. Hasil survei tatap muka ini menunjukkan tingginya penggunaan media sosial oleh masyarakat untuk mengakses informasi pemilu.
Sebanyak 29,4 persen responden mengakui mengakses mediasosial untuk melihat atau membaca konten terkait pemilu, palingtidak beberapa kali dalam seminggu. Tak hanya itu, sekitar 11 persen responden lainnya menyatakan mengonsumsi konten pemilu di media sosial setidaknya sekali dalam sehari. Dapat di tarik kesimpulan bahwa pola konsumsi pengguna media sosial cukup tinggi pada pencarian informasi mengenai pemilu 2024.
Head of Cakradata Muhammad Nurdiansyah menyebut media sosial ini penting dalam menjadi sarana para pasangan capres-cawapres. Apalagi generasi milinel dan Gen Z melek media.Dengan memposting konten kampanye secara konsisten, dapat membangun kepercayaan khalayak khususnya para pengguna media sosial untuk memilih hak suaranya kapada kandidat politik. Namun perlu diwaspadai juga, seperti berita atau informasi hoaks yang bersifat negatif mengenai calon capres-cawapres serta para caleg yang tersebar di media sosial, tidak jarang terjadi persaingan yang tidak sehat, saling menjatuhkan satu sama lain.
Media sosial merupakan bagian dari media massa yang penting untuk dimanfaatkan sebagai saluran media komunikasi politik. Melalui media sosial seorang kandidat politik yang berperan sebagai komunikator dapat dengan mudah menyampaikan pesan-pesan politik kepada komunikan atau masyarakat luas secaracepat, mudah, dan tepat. Media sosial dapat merubah perilakupolitik khalayak dalam mengambil keputusan politik.
Ketika menggunakan media sosial untuk saluran komunikasi politik, tidaklah selalu dapat berhasil dengan baik. Keberhasilan diiringi oleh sebuah strategi dan kerja politik yang profesional serta penuh perhitungan. Pihak yang melakukan kampanye di media sosial harus melakukan analisa target audiens dan kebutuhan yang mereka perlukan. Dengan demikian pesan yang disampaikan kepada khalayak dapat diterima dan dapat mempengaruhi secara positif.
*(Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University)











